Rutin Bayar Iuran JKN-KIS Agar Tak Persulit Diri Sendiri Ketika Sakit

  • Whatsapp
Rutin Bayar Iuran JKN-KIS Agar Tak Persulit Diri Sendiri Ketika Sakit
Narasumber : La Toto

Muna, Upeks.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, La Toto (31) tetap rutin membayar iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas sebuah toko kaca di Raha Kabupaten Muna ini merupakan salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3.

Warga asal Kelurahan Wapunto Kabupaten Muna ini tetap memperhatikan pembayaran iuran BPJS Kesehatan meski saat ini aktivitas luar rumah dibatasi. Kendala pembayaran juga sempat dialaminya karena keterbatasan pengetahuan terkait transaksi pembayaran secara online menggunakan mobile banking.

Bacaan Lainnya

“Semua berubah karena Corona, kalau dulu ke mana-mana gampang. Sekarang sudah mulai dibatasi apalagi setelah adanya pasien positif di Muna. Saya sempat bingung bagaimana cara membayar BPJS Kesehatan kalau situasinya harus di rumah. Pikir saya waktu itu, jangan sampai menunggak karena tidak tahu cara membayar online. Akhirnya saya bisa juga setelah diajar sama teman di tempat kerja,” kata La Toto kepada Jamkesnews, Senin (04/05).

La Toto mengaku bahwa adanya Program JKN-KIS merupakan sebuah langkah maju dari negara untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta tidak perlu lagi dipusingkan dengan biaya pengobatan yang mahal dan cenderung tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah seperti dirinya.

“Dulu berobat di dokter susah sebelum ada Program JKN-KIS, paling kalau sakit kita ke dukun atau orang pintar lainnya untuk dibuatkan obat. Sekarang sudah bagus, kalau sakit sedikit langsung ke Puskesmas sudah bisa dapat obat resep dokter. Jadi saya berpikir untuk apa menunggak iuran, nanti malah bisa mempersulit diri sendiri kalau sewaktu-waktu kita sakit,” tambah La Toto.

Program JKN-KIS hadir untuk seluruh masyarakat dengan iuran yang terjangkau. Menurut La Toto, ia cukup menyisihkan uangnya sebesar Rp. 2.000 per hari untuk dapat membayar iurannya setiap bulan. Menurutnya masyarakat tak perlu ragu akan manfaat Program JKN-KIS, dengan begitu akan timbul kesadaran untuk melaksanakan kewajiban pembayaran iuran.

“Iuran BPJS Kesehatan lancar hati dan pikiran tenang mencari nafkah,” pungkasnya. (Jamkesnews)

Pos terkait