Patuh Pada Protokol Covid19,  Panitia Batalkan Acara Perpisahan SMAN 1 Luwu

  • Whatsapp
Patuh Pada Protokol Covid19,  Panitia Batalkan Acara Perpisahan SMAN 1 Luwu

Luwu, Upeks.co.id–Acara perpisahaan yang terdiri dari beberapa agenda lomba yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh para panitia di  SMAN 1 Luwu dibatalkan, pembatalan ini resmi dilakukan Senin (8/06).

Siswa SMAN 1 Luwu bernama Raehan, selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, rencana perpisahaan tersebut sudah dirancang sedemikian rupa, untuk memeriahkannya diagendakan beberapa perlombaan siswa. “jauh hari kami sudah persiapkan dengan teman panitia yang berasal dari kalangan siswa sendiri awalnya sudah sepakat melangsungkan acara ini, beberapa kali pertemuan telah kita lakukan agar acara ini terlaksana sesuai harapan” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal,  termasuk mematuhi prokol covid19  dan juga tidak mendapatkan ijin keramaian dari pihak kepolisian makanya disepakati kembali untuk membatalkan kegiatan ini.”kami juga meminta petunjuk pada kepala sekolah Nurdin Muin beliau menyarankan begitu, karena pada rencana kegiatan ini memang bapak kepala sekolah tidak terlibat kami hanya memberikan pemberitahuan kepadanya”ujarnya.

Menghadirkan Kepala Sekolah SMAN Luwu Nurdin Muin dan perwakilan pihak Komite Sekolah serta sejumlah siswa dan pers, kegiatan ini resmi dibatalkan meski beberapa siswa tidak menyetujui pembatalan acara karena dianggap tidak semarak jika tidak ada acara perpisahan. Dengan dibatalkannya kegiatan ini maka dana siswa yang dikumpulkan secara sukarela akan dikembalikan. Namun yang dikembalikan tentu tidaklah 100 persen karena beberapa agenda persiapan telah dilakukan dan menggunakan biaya.

Kepala Sekolah SMAN Negri 1 Luwu, Nurdin Muin mengatakan, saat siswa menyampaikan padanya, berencana mau melakukan agenda perspisahan, terlebih dahulu ia berkoordinasi dengan beberapa pihak. “saya sampaikan pada siswa untuk berkoordinasi dengan pihak yang berkompoten agar kegiatan ini dapat restu dan bermanfaat dan terhindar dari permasalahan hukum”ungkapnya.

Sayangnya kegiatan ini dibatalkan karena Covid19, padahal  semua prosedur sudah dilalui termasuk berkoordinasi dengan ketua Tim Saber Pungli (Wakapolres  Luwu), Abraham Tahalele saat itu masih aktif.

Selain itu rencana kegiatan ini diawali dengan rapat dengan rapat MPK,OSIS kemudian konsultasikan lagi dgn Ketua Tim Saber Pungli Kab. Luwu (Wakapolres) kemudian rapat dgn komite dan orang Tua siswa kemudian hasilnya dia laporkan lagi ke Ketua Tim Saber Pungli sesuai petunjuknya.”prosedur ini dilalui karena adanya biaya yang dibutuhkan tentu patungan pada siswa karena tidak ada biaya perpisahan di sekolah”ungkapnya.

 Lanjut Nurdin, namun mereka membatalkan gelar acara perpisahan karena tidak diizinkan oleh kepolisian (ada maklumat Kapolri) hal ini terkait protokol covid19 karena kegiatan ini tentu melibatkan banyak orang.

“semua rencana kegiatan ini memamg murni kegiatan siswa, semua dokumennya dipegang oleh siswa. Dalam kegiatan ini tidak ada keterlibatan guru dan pegawai. Makanya apapun keputusan siswa termasuk membatalkan apalagi mereka tidak diberi izin acara besar”ungkapnya mengakhiri.(kartini echa)

Pos terkait