Kakanwil Kemenag Sulsel: Kurban Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama Manusia dan Lingkungan

Kakanwil Kemenag Sulsel: Kurban Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama Manusia dan Lingkungan

MAKASSAR, UPEKS— Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai sebagai penguatan nilai pengorbanan, kepedulian sosial, sekaligus tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H Ali Yafid, Kamis (28/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dikatakan H Ali Yafid, Iduladha bukan hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan.

“Spirit kurban pada tahun ini adalah meneguhkan spirit pengorbanan dengan merawat alam dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kanwil  Kemenag Sulsel terus menguatkan program-program prioritas Kementerian Agama melalui implementasi Asta Cita dan Asta Protas Menteri Agama. Dari delapan program prioritas tersebut, salah satu yang menjadi perhatian penting adalah program ekoteologi.

Menurutnya, program ekoteologi menjadi relevan dengan semangat Iduladha tahun ini, karena mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

“Menjaga dan merawat alam, menjaga lingkungan, adalah sesuatu yang sangat penting. Sama pentingnya dengan menjaga jiwa,” katanya.

H Ali Yafid menambahkan, semangat menjaga lingkungan perlu terus disampaikan kepada seluruh satuan kerja Kementerian Agama agar menjadi gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengutip pandangan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menyampaikan bahwa konsep maqashid syariah yang selama ini dikenal lima prinsip utama, dapat diperluas menjadi enam dengan menambahkan unsur menjaga lingkungan hidup.

“Menurut Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, maqashid syariah yang selama ini lima dapat ditambah menjadi enam, yaitu menjaga lingkungan. Karena hal ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup umat manusia di masa yang akan datang,” jelasnya.

Melalui momentum Iduladha 1447 H, Ali Yafid berharap nilai-nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta kesadaran menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat demi menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.

Sebagai informasi Kanwil Kemenag Sulsel menyembelih 9 ekor sapi. Satu ekor sapi kurban di antaranya berasal dari dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikasi halal. Sementara pembagian daging kurban dilakukan di lapangan indoor Kanwil Kemenag Sulsel dengan melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP).(*)