Lies dan Kartini dari Cisadane, Dua Perempuan Hebat

  • Whatsapp
Lies dan Kartini dari Cisadane, Dua Perempuan Hebat

Lies dan Kartini dari Cisadane, Dua Perempuan Hebat

MAKASSAR,UPEKS.co.id–Tokoh penggerak literasi nasional, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) menilai pribadi  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Ir. Hj. Lies F Nurdin, M.Fish. pribadi tokoh perempuan Sulsel yang  hebat dan humanis yang layak menjadi contoh dan teladan bagi kaum perempuan di Sulsel.

Bacaan Lainnya

BAK yang memiliki hubungan dekat dengan kedua orang tua Lies, Prof.Dr.Ir.H.Fachrudin (mantan Rektor Unhas)  dan Dra. Hj. Is Fachrudin, menilai pribadi yang humanis, empati dan suka peduli atas penderitaan orang lain yang  ada pada diri istri Gubernur Sulsel ini, mirip dan prototype pribadi Ibu Is Fachrudin yang sejak kecil mengajarkan  anak-anaknya kejujuran, hidup sederhana, penyayang, santun, taat pada agama.

Menurut BAK yang siswa Ibu Is di Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Ujungpandang ini menulis buku Is  Fachrudin, Kartini dari Sungai Cisadane, sejak kecil ibu Lies telah dididik ibu Is sebagai anak-anak yang patuh  pada kedua orang tua, hormat dan sangat menyayangi suami, istri serta menjaga marwah keluarga dari korupsi.

“Prof. Fachrudin dan Hj. Is Fachrudin kedua pasangan ideal yang berhasil mendidik anak-anaknya sukses menjadi  suami atau istri yang menyayangi keluarganya. Lebih jauh, BAK menggambarkan bahwa kakek ibu Lies dari  ibunya, Mas Dis Karnaen adalah Angkatan Laut yang seniman besar berasal dari Bogor, sementara kakek Lies  dari ayah Prof. Fachrudin, Sekretaris Karaeng Pangkajene, bernama Andi Dalle Karaeng Pagiling.

Karena itu, BAK bersyukur karena kedekatannya dengan kedua orang tua Lies, membuat banyak tahu tentang  keteladanan dari kedua orang tua yang hebat dan berhasil mendidik anak-anaknya.

“ Saya selalu berusaha menyenangkan hati suami, Fachrudin, jika Fachrudin kembali ke kantor, saya selalu  menyambutnya dengan senyuman dan tegur sapa yang sopan. Jika suami saya Fachrudin punya masalah, saya  tak segera menanyakannya saat Fachrudin masih kelihatan lelah,” ujarnya.

Dikemukakannya, saya membiarkannya dulu mencari waktu yang tepat, misalnya saja Fachrudin kelihatan santai,  begitu juga sebaliknya, jika saya punya masalah, suamiku Fachrudin akan mencari waktu dimana saya kelihatan  santai, barulah Fachrudin mendekati dan menanyakan, apa masalah saya” tulis Is Fachrudin dalam bukunya, Dari  Sungai Cisadane, Baraya dan Kalibata.

Dari pengalaman mendampingi suami Is, telah mengalir pada diri Ibu Lies. Lies adalah pribadi ibu rumah tangga  yang akademisi, memahami betul tugas-tugasnya dengan baik sebagai pendamping suami, penuntun anak-anak  dan ibu teladan dari kaum ibu di Sulawesi Selatan.

Kasih sayang, perhatian, keihklasan dan pengabdiannya pada keluarga dan masyarakat Sulawesi Selatan sifatnya  total, tak pernah meminta dihormati, apalagi menuntut. “ Sebagai anak-anak muda, wajib kita bercermin dari kisah  cinta Lies dan Nurdin yang amazing dan mirip banget dengan Cinta Is dan Fachrduin menyatu dalam satu  kekuatan cinta yang jujur, sederhana dan apa adanya” kata Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar 2017 ini.

Itulah pribadi Ibu Lies sebagai istri dari Gubernur Sulsel, Prof. Dr.Ir.H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., sebagai ibu dari  anak-anaknya, kakak dan adik dari saudara-saudaranya dan Bunda Baca Sulsel yang tak mengenal lelah  berhikmah untuk kemajuan pendidikan anak-anak, Ibu di Sulsel,’’ ujar BAK di hari HUT Ir. Hj. Lies F Nurdin,
M.Fish., ke 56 Tahun, 17 Juni 2020. (rls).

Pos terkait