Laksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid  Dua Imam Lingkungan Dipecat oleh Pak Lurah

  • Whatsapp
Laksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid  Dua Imam Lingkungan Dipecat oleh Pak Lurah

TAKALAR, UPEKS.co.id–Dampak dari Covid 19 terhadap masyarakat semakin luas pasalnya sejak diimbau agar semua aktivitas masyarakat dikerjakan saja masing-masing  di rumah termasuk kegiatan ibadah dan shalat Idul Fitri.Namun sebahagian warga masih tetap melaksanakan kegiatan Ibdah di masjid-masjid dan tetap mentaati protokol kesehatan, Senin, (8/6/20).

Tapi lain halnya yang terjadi di Kelurahan Bulukunyi hanya gegara melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah masing-masing di masjid, dua Imam lingkungan langsung dipecat oleh Lurah Bulukunyi.

Bacaan Lainnya

Kepala Kelurahan Bulukunyi Muh Nur mengatakan,  ada dua imam lingkungan langsung dia pecat karena tidak mentaati aturan pemerintah atau protokol kesehatan, sebab himbauan pemerintah menegaskan bahwa warga dilarang melaksanakan Ibadah di masjid apalagi melaksanakan shalat Idul Fitri.

“Tidak hanya itu kedua imam ini sudah lama dilakukan pembinaan, tetap melakukan, sehingga saya periblntahka  imam kelurahan perintahkan buat kan usulan pergantian,” ujarnya saat di hubungi via selulernya, Senin,(8/6/20).

Dia mengatajan, kedua imam sudah dihimbau tidak ada kegiatan ibadah apalagi shalat Idul Fitri malash, tapi kedua imam melaksanakan shalat Idul  Fitri yang lain tidak.

Kabag Kesra Pemkab Takalar Amran Torada sangat menyangkan ada tudingan bahwa bagian kesra memarahi imam lurah Bulukunyi jika kedua imam tidak di ganti, itu tidak benar.

“Besok, Selasa (9/6/20) saya akan kelokasi menemui, Lurah Bulukunyi, Imam Lurah BPD dan LPM mempertanyakan kasus ini,” jelasnya.

Soal  pergantian imam lingkungan itu urusan internal Kelurahan Bulukunyi,jangan sangkut pautkan dengan Kabag kesra apalagi memarahi imam lurah.

Sementara Imam lingkungan Makammu 2 saat ditemui mengatakan sebelum shalat idul Fitri digelar saat itu  lebih awal aku meminta izin ke pak lurah,dan mengiyakan, tapi kalau ada apa apanya kita yang bertanggung jawab.

Aku sampaikan bahwa ini kemauan masyarakat banyak sehingga aku menemuinya dan aku siap bertanggung jika nanti terjadi sesuatu hal, dan ada juga ketua LPM dan BPD saat aku minta persetujuan atau restu pak lurah.(Jahar)

Pos terkait