Dinas DP2KUKM Lutra Periksa Timbangan Pedagang di Pasar Tradisional

  • Whatsapp
Dinas DP2KUKM Lutra Periksa Timbangan Pedagang di Pasar Tradisional

LUTRA, Upeks.co.id – Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (P2KUKM) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan tera ulang terhadap timbangan ratusan pedagang di Pasar Rakyat dan pasar tradisionil Tarue Desa Buangin Kecamatan Sabbang Selatan (Sabsel), mulai kemarin dan hari ini, Rabu (3/6/2020) dan dilanjutkan besok Kamis (4/6/2020) di pasar tradisionil Saluampak Desa Mari-Mari Sabsel.

Tim tera ulang dari UPTD Metrologi Legal Dinas P2KUKM Lutra ini melakukan pengecekan ratusan timbangan pedagang, mulai dari timbangan pegas dan timbangan neraca.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas (Kadis) P2KUKM Lutra, Drs. H.Muh Kasrum Patawari, M.Si mengatakan, dari hasil sidang tera ulang tersebut, pihaknya berhasil mengumpulkan ratusan timbangan milik pedagang. Tim menemukan beberapa timbangan yang rata-rata sudah tidak normal lagi atau tidak standar.

“Banyak kita temukan timbangan yang tidak standar. Untuk tahun ini kita belum ada sanksi, hanya imbauan saja,” jelas Kasrum panggilan akrab Kadis P2KUKM.

Tera ulang dilakukan untuk menertibkan oknum pedagang nakal yang memodifikasi timbangan agar memperoleh keuntungan lebih. Tentunya hal tersebut dilakukan agar konsumen tidak dirugikan sekaligus membantu agar pedagang jujur terhadap timbangannya. Jika ditemukan ada timbangan yang tidak sesuai, maka tim metrologi akan melakukan perbaikan. Setelah diperbaiki, timbangan bakal disegel untuk menunjukkan jika timbangan tersebut sudah sesuai standar. “Timbangan yang tidak layak kita perbaiki supaya tidak terjadi kecurangan,” terangnya.

Sementara itu, Tim Penguji Metrologi Legal , Hasim Pahri mengatakan setidaknya ada dua jenis timbangan yang digunakan pedagang pasar, yakni timbangan pegas dan neraca. Jika ditemukan timbangan pegas tidak sesuai standar, maka tim akan memperbaiki pegasnya. Sedangkan timbangan necara akan diperbaiki lengannya. “Jika sudah pas langsung kita segel menggunakan kawat,” jelas Hasim.

“Modus yang digunakan pedagang untuk memodifikasi timbangan, biasanya mereka akan memanjangkan pegas timbangan. Jika hal tersebut dilakukan, timbangan akan berkurang. Tentunya hal tersebut bakal merugikan konsumen,” jelasnya.

Sidang tera ulang tersebut ditanggapi positif oleh pedagang Ahmad. Dia mengaku terbantu dengan adanya sidang tera ulang tersebut. Jika timbangan sudah ditera ulang artinya pelanggan lebih percaya dengan alat ukur timbangan yang digunakan pedagang.

“Bagus kegiatan ini, jadi pelanggan lebih percaya dengan timbangan kita, kita juga lebih percaya,” ujar Ahmad.(yustus)

Pos terkait