ENREKANG UPEKS.co.id — Amelia (23) sering disapa Meli atau dikenal dengan panggilan Mbak Kurir adalah kurir ojek Perempuan pertama di Enrekang. Karena keramahannya sehingga banyak orang yang menggunakan jasanya.
Bahkan akun Facebooknya yang diberi nama Mbak Kurir penuh dengan pesanan para pelanggan dari pagi hingga malam.
Kepada Upeks Meli mengisahkan saat pertama kali dia memilih pekerjaan sebagai kurir ojek. Ternyata Meli ingin membantu suaminya untuk mencari penghasilan tambahan. Ibu satu anak ini merasa kasihan melihat suami yang akhir-akhir ini sakit-sakitan tapi masih tetap bekerja di mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup.
” Semua pekerjaan sudah saya lakukan, bekerja di warung makan, di salah satu Warkop di Enrekang, di Hotel ,kerja di Laundry bahkan jadi tukang setrika keliling. Pokoknya pekerjaan apa saja yang penting halal karena saya mau bantu suami yang sakit-sakitan”. Kata Meli.
Namun akhirnya Meli memutuskan untuk jadi kurir ojek dia mengatakan ingin gantikan suaminya yang dulu pernah jadi tukang ojek. Meli ngurir mulai pagi hingga pukul 22.00 malam.
Pelanggannya banyak bahkan Meli sering diminta oleh pelanggannya untuk transfer uang ke Bank.
“Kuncinya adalah kejujuran, kepercayaan,ramah pada semua orang dan saya harus on time” ujarnya.
Meski harus bekerja diluar rumah sebagai kurir ojek, namun Meli tidak pernah lupa akan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu dari Fauzi anak semata wayangnya yang baru berusia 5 tahun.
” Saya harus selesaikan dulu urusan rumah baru pergi ngurir. Kadang anak saya tinggal sendirian dirumah padahal usianya baru 5 tahun”. Kata perempuan lulusan SMK Enrekang ini.
Agustin Tahir salah satu pelanggan yang selalu menggunakan jasa kurir ini mengagumi kemandirian Meli. Dia mengatakan dijaman sekarang ini jarang sekali kita dapatkan perempuan muda yang rela bekerja sebagai kurir yang siap antar jemput pesanan pelanggan.
” Saya kagum, dia tidak gengsi sama sekali. Saya bahkan percaya sama Meli untuk transfer uang dan sebagainya. Orangnya asyik diajak ngobrol dan on time kalau kita lagi butuh bantuannya. Jarang kita dapat di jaman Sekarang ini perempuan seperti dia, masih muda tapi tidak pernah malu bekerja apa saja yang penting halal”. Kata Pengusaha Counter Hp ini.
Sayangnya Amelia belum memiliki SIM. Dia mengaku belum cukup uang untuk mengurus SIM. Untuk itu di Hari Bhayangkara ke 74 ini dia berharap bisa mendapat SIM gratis dari Kapolres Enrekang AKBP Endon Nurcahyo meski dirinya tidak lahir pada tanggal 1 Juli.
” Semoga Pak Kapolres dan Pak Kasat Lantas mendengarkan dan mau membantu saya” katanya sambil tersipu. (Sry)




