Warga Pertanyakan Terbengkalainya Pembangunan Jembatan Desa Tallu Bamba

  • Whatsapp
Warga Pertanyakan Terbengkalainya Pembangunan Jembatan Desa Tallu Bamba

Warga Pertanyakan Terbengkalainya Pembangunan Jembatan Desa Tallu Bamba

ENREKANG,UPEKS,co.id — Hingga saat ini pengerjaan jembatan yang menghubungkan antara Dusun Kalidong  dan Dusun Panassang, Desa Tallu Bamba, Kecamatan Enrekang belum juga kelar.

Bacaan Lainnya

Padahal akses satu-satunya bagi warga Desa Tallu Bamba ini ambles tahun 2019 dan dianggarkan pada tahun itu
juga demi mendukung roda perekonomian Warga setempat yang sebagian besar adalah petani.

Rasid, salah seorang warga Desa Tallu Bamba prihatin, karena pembangunan jembatan di desanya mandek  tanpa ada penjelasan dari pihak terkait.

”Kami prihatin karena jalan tersebut adalah satu-satunya akses bagi kendaraan roda dua dan roda empat yang  akan mengangkut hasil pertanian masyarakat setempat,” kata Rasid.

Dikatakannya, hingga kini ondisi jembatan yang memprihatin atas penundaan pengerjaannya membuat kami sangat kecewa karena belum juga rampung. Seharusnya, tahap pertama selesai hingga tiang.

Terkait proyek itu,sudah diukur dan digali meski hanya dikerjakan sampai pondasi tiang jembatan saja. Warga  berharap suatu saat jembatan yang dirindukan warga tersebut terwujud karena akan menunjang perekonomian.

Jembatan itu kelak, akses masuk ke dusun Panassang dan beberapa kabupaten seperti Pinrang dan Toraja.

Sementara itu Mu’min, Kepala Desa Tallu Bamba mengaku tak tahu persis alasannya, mengapa pembangunan  jembatan tak diselesaikan tahun 2019. Ternyata proyek itu dianggarkan kembali pada tahun Anggaran 2020.

“Saya juga kurang paham kenapa belum selesai. Tapi saya sempat bincang-bincang dengan beberapa anggota  Dewan katanya dianggarkan kembali tahun ini” kata Kades Tallu Bamba.

Mu’min mengatakan, dia dapat informasi, salah satu faktor penyebab tak rampung, karena kontraktor atau pihak  ketiga bermasalah.

”Kami berharap jembatan dapat segera digunakan untuk kepentingan masyarakat. Terutama petani jagung yang  selama ini terpaksa mengangkut hasil panennya menggunakan sepeda motor menuju ujung jembatan. Jarak  tempuh hampir dua kilometer,” ungkap kades. (Sry).

Pos terkait