Pangkep Percepat Transformasi Posyandu Era Baru, Cakupan CKG Lansia Tembus 90 ℅

Pangkep Percepat Transformasi Posyandu Era Baru, Cakupan CKG Lansia Tembus 90 ℅

Pangkep, Upeks.co.id — Dari pusat layanan kesehatan menjadi ruang solusi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pangkep mempercepat transformasi 394 Posyandu menjadi Posyandu Era Baru, sementara capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi lansia berhasil menembus 90 persen.

Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mempercepat transformasi 394 Posyandu yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan menjadi Posyandu Era Baru.

Bacaan Lainnya

Upaya itu ditandai melalui pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Halaman Puskesmas Minasatene, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan dihadiri Ketua TP PKK Pangkep Nurlita Wulan Purnama, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, kader kesehatan, serta para lansia.

Sebelum menghadiri kegiatan, Bupati MYL bersama sejumlah kepala OPD mengayuh sepeda dari Rumah Jabatan Bupati menuju lokasi acara sebagai bentuk ajakan menerapkan pola hidup sehat.

Tiba di lokasi acara, bupati dan ketua TP PKK senam bersama para lansia.

Dalam sambutannya, MYL menjelaskan bahwa Posyandu Era Baru merupakan pengembangan dari Posyandu yang selama ini dikenal masyarakat sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar. Melalui konsep baru tersebut, Posyandu juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial dan pembangunan di lingkungan masing-masing.

“Posyandu Era Baru ini merupakan upgrade dari Posyandu yang selama ini kita kenal. Bukan hanya masalah kesehatan yang dibahas, tetapi juga persoalan sosial, infrastruktur, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Mirip musrenbang dalam skala kecil yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

MYL meminta para camat dan lurah untuk mendorong pembentukan Posyandu Era Baru di wilayah masing-masing. Menurutnya, keberadaan 394 Posyandu yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan menjadi modal besar dalam memperkuat pelayanan masyarakat berbasis komunitas.

“Kepada para camat agar menyampaikan kepada lurah dan kepala desa masing-masing untuk membentuk Posyandu Era Baru di wilayahnya. Di Pangkep ada 394 Posyandu yang tersebar di setiap desa dan kelurahan,” katanya.

Ia juga mengajak para lansia untuk tetap menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik dan olahraga secara rutin agar tetap bugar dan produktif di usia lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Hj. Herlina, menjelaskan bahwa Gerakan Posyandu Aktif menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong seluruh Posyandu bertransformasi menjadi Posyandu Era Baru.

Menurutnya, konsep tersebut melibatkan enam perangkat daerah dalam pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat sehingga layanan yang diberikan lebih terintegrasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga.

“Di Posyandu Era Baru ini ada enam perangkat daerah yang melakukan pembinaan. Tahun ini kami mengupayakan seluruh Posyandu di Kabupaten Pangkep dapat bertransformasi menjadi Posyandu Era Baru,” jelasnya.

Selain mendorong transformasi Posyandu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lanjut usia dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional ke-30.

Herlina menyebutkan, dari sekitar 35 ribu lansia di Kabupaten Pangkep, sebanyak 90 persen telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Kita berharap sisa 10 persen lainnya dapat segera terjangkau sehingga seluruh lansia di Kabupaten Pangkep bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan alat bantu bagi para lansia. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati MYL kepada penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Jaenal Sanusi, mengatakan bantuan tahap pertama yang disalurkan terdiri atas satu kursi roda dan sembilan tongkat kaki tiga. Secara keseluruhan, jumlah bantuan yang akan disalurkan mencapai 40 unit.

“Total bantuan yang kita siapkan sebanyak 40 unit, terdiri dari 10 kursi roda, 10 alat bantu dengar, 10 tongkat kaki tiga, dan 10 tongkat berkaki satu,” jelasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap para lansia dapat memiliki mobilitas yang lebih baik sehingga aktivitas dan interaksi sosial mereka dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Selain pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan sosial, peserta kegiatan juga mendapatkan materi mengenai Gerakan Posyandu Aktif dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Materi tersebut menekankan penguatan implementasi Posyandu Era Baru sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.(sah)