TAKALAR,UPEKS.co.id—Ramadhan momen terbaik untuk berbagi dengan saudara yang membutuhkan di pelosok negeri apalagi di tengah pandemi Covid 19.
Ikhtiar inilah yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan pada Ramadan 2020 melalui program Kapal Ramadhan.
Kapal Ramadhan yang star dari Dermaga Boddia Kecamatan Galesong Kab. Takalar ini dilepas secara resmi Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM pada Jum’at pagi (22/5/2020).
Pelepasan dihadiri Kepala BPBD Takalar, Kabag. Humas dan protokol Setda. Takalar,Kabag.Kesra Setda, Camat Galesong, Camat Galesong Utara, Camat Kepulauan Tanakeke, serta perwakilan dari Dandim 1426 Takalar.
Daerah yang bakal disambangi untuk berbagi kali ini berada di wilayah tepian negeri Indonesia Timur, salah satunya di Pulau Lantang Peo di Kecamatan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar dan membawa 100 paket pangan.
H. Syamsari dalam arahannya menyampaikan, Pulau Lantang Peo di Kecamatan Kepulauan Tanakeke dipimpin salah satu camat yang mampu membimbing masyarakat di desa.
Akhirnya desa-desa mampu bertanggungjawab untuk serius berpartisipasi di dalam memutuskan mata rantai virus corona.
“Pemerintah di tengah pandemi virus corona, berusaha menyantuni masyarakat tidak mampu melalui dana desa ditambah dana kabupaten. Totalnya Rp10 miliar untuk pendistribusian bahan pokok ke masyarakat yang rentan, “jelasnya.
Menurut bupati, tentu jumlah ini tidak akan cukup. Tetapi itu merupakan wujud perhatian pemerintah ke masyarakat.
“Kehadiran ACT, tentu turut membantu pemerintah untuk memberikan rasa empati dan memberikan apa yang bisa
disumbangkan,” tambahnya.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Takalar, H. Syamsari mengucapkan terima kasih atas perhatian ACT yang telah meluangkan waktu untuk menjangkau daerah terluar dari Kabupaten Takalar.
Sementara itu Miswar , Marketing ACT SulSel mengemukakan bantuan kemanusiaan melalui program Kapal ramadhan ini merupakan tahun ke dua menyambangi pulau Lantang Peo.
“Kali ini kami kembali berbagi kebahagiaan dengan membawa 100 paket sembako untuk dibagikan ke saudara kita di pulau Lantang Peo. Tahun sebelumnya, kami juga telah menyambangi di pulau itu. Harapannya, dapat mengurangi beban kebutuhan sehari-hari mereka,” harapnya. (Jah).




