ANEKA

Hadiri Vicon, Wabup Takalar Laporkan Kegiatan PMI Takalar Memutus Rantai Covid-19

Hadiri Vicon, Wabup Takalar Laporkan Kegiatan PMI Takalar Memutus Rantai Covid-19


VICON. Wakil Bupati Ahmad Sere vicon dengan PMI Sul-sel.di Ruang kerja wakil Bupati.Sabtu, (30/5/20). Foto: IST.

TAKALAR, UPEKS.co.id—Wakil Bupati Takalar H. Achmad Se’re yang juga ketua PMI Takalar mengikuti video  konference bersama ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H dan dihadiri seluruh PMI se- Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Video conference ini membahas terkait koordinasi PMI dalam rangka memutus mata rantai Covid-19  sebagaimana peranan PMI dalam misi kemanusiaan.

Ketua PMI Takalar menyampaikan, 4 Mei 2020 sudah melakukan apel bersama dan membuka posko relawan  Covid-19 dengan menggandeng TNI/Polri, BNK Takalar, Karang Taruna serta Rapi Kab. Takalar.

Selain itu PMI Takalar juga melakukan kegiatan penyemprotan Mesjid sebanyak 55 Mesjid yang ada di Takalar,  pasar tradisional 7 titik, perkantoran 20 unit, TPI (tempat pelelangan ikan) 1 titik, fasilitas kesehatan sebanyak 5  unit, pemukiman/rumah tinggal penduduk sebanyak 1.500 unit.

“Selain itu kami melakukan promosi kesehatan melalui media sosial dengan mengajak masyarakat mematuhi  protokoler kesehatan dan juga melalui PMI Kecamatan dengan membagi paket PHBS sebanyak 500 paket,  masker 2500 pcs, dan sabun 1000 pcs. Kami juga PMI Takalar dengan tegas bahwa pada tanggal 6 dan 7 Juni
2020 akan mendukung program penyemprotan secara massal di wilayah Kabupaten Takalar sesuai atensi Ketua  PMI Prov. Sulawesi Selatan,” Pungkas H. Achmad Se’re.

Sementara itu, ketua PMI Sulsel menyampaikan, terkait bencana Covid-19 sebagai bencana kemanusiaan harus  mampu mengambil bagian didalamnya dengan menjadi gaun dalam upaya memutus mata rantai penyebaran  Covid-19.

“Olehnya itu kami selaku ketua PMI Prov. Sulsel mengimbau jajaran PMI Kabupaten/Kota membantu pemerintah  memutus mata rantai Covid-19. Salah satu wujud PMI dalam membantu pemerintah adalah, aktif terjun ke  lapangan dengan membuat program rutin/reguler untuk penyemprotan day to day berupa desinfektan dengan  alkohol 70 %, karena virus akan mati setelah 1 menit,” Papar Adnan YL.

Ditambahkan, dalam gugus tugas PMI ditempatkan dalam bidang sterilisasi sehingga tugas dan tanggung jawab  kita adalah melakukan penyemprotan desinfektan.

Olehnya itu selaku PMI Prov Sulsel, akan melakukan penyemprotan massal yang diagendakan 6 Juni 2020.  Sasaran pertama seluruh Masjid yang ada di wilayah masing masing, sehingga kita dapat memastikan Mesjid steril  sebelum digunakan menyambut new normal.

Kemudian 7 Juni 2020 sasaran kantor pemerintah. Mengutamakan kantor yang ada pelayan terhadap masyarakat.  Setelah penyemprotan serentak PMI Kabupaten/kota untuk dapat membuka pelayanan call centre.

Tujuannya apabila ada masyarakat yang butuh untuk dilakukan penyemprotan di rumahnya maka PMI dapat  menjadi gaun dengan tetap menggandeng semua unsur.(Jahar)

#TRENDING

To Top