Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi

Pertumbuhan Ekonomi Bakal Terkoreksi

Dampak Virus Corona

MAKASSAR,UPEKS.co.id– Virus Corona yang telah menyerang Indonesia tidak hanya berdampak terhadap perekonomian nasional, akan tetapi di Sulsel pun diprediksi kena imbasnya. Terutama pertumbuhan ekonomi Sulsel yang dulunya berada pada kisaran 7,2% bakal dikoreksi menjadi 6,7%.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau masyarakat Sulsel untuk menunda perjalanan ke luar negeri. Pasalnya, virus corona saat ini tengah masuk ke beberapa negara, bahkan Indonesia. Warga Sulsel harus mengurangi sentuhan dengan warga asing.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel supaya kurangi bersentuhan dan datang ke tempat keramaian kalau tidak perlu tidak usah bepergian ke luar negeri,” imbau Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (2/3/20).
Nurdin juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Kata Nurdin, kondisi fisik yang lemah akan mudah terserang virus. Pemerintah dan masyarakat harus lebih konsen menjaga diri jangan sampai corona menyebar ke pelosok Indonesia.
Sebagai tempat keluar masuknya wisatawan, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga memberi instruksi kepada pihak-pihak yang bertugas di Bandara, baik Dinkes, imigrasi, maupun pihak bandara. “Bandara harus diperketat lagi, tapi kita sudah berkomunikasi dengan pihak penerbangan, seperti angkasa pura. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Banyak dampak yang diakibatkan oleh virus Corona ini, khususnya dalam sektor perekonomian. Dimana, aktivitas perdagangan atau ekspor yang berperan dalam peningkatan ekonomi dibatasi bahkan adapula yang disetop.
“Dari berbagai negara dan daeah sudah melakukan koreksi tingkat kunjungan wisatawan. Sulsel juga pasti akan kita koreksi, saya yakin mudah-mudahan tidak terlalu lama, kalau kita lihat virus ini sudah mulai turun, tinggal pengendalian penularan yang harus kita lakukan,” tuturnya.
“Jangankan tingkat kunjungan wisata, yang paling terasa pertumbuhan ekonomi pasti kita koreski, Sulsel kemungkinan paling buruknya 6,7 persen. Makanya, bantuan keuangan terus kita support di daerah. Tidak usah ragu karena kita punya pangan, sisa penguatan bagaimana daya beli masyarakat untuk dijaga,” sambungnya.
NA juga memberi instruksi kepada Dinas Kesehatan Provinisi Sulsel untuk menyiapkan ruang isolasi jika ada salah seorang warga Sulsel yang terjangkit virus mematikan itu. Seluruh Rumah Sakit harus siap untuk melakukan penanganan.
“Kita dapat kabar ada corona, saya minta kepada Dinkes untuk siapkan hal-hal yang kita tidak inginkan. Supaya ada tempat khusus isolasi dan sebagainya,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan sejak awal telah menyiapkan tenaga kesehatan dan Rumah Sakit yang akan dijadikan tempat perawatan pasien yang terpapar corona di Sulsel.
Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Wahidin Sudirohusodo menjadi sasaran pemeriksaan WNI Sulsel yang dipulangkan dari Wuhan. Pasalnya, RS tersebut merupakan satu-satunya rumah sakit dengan alat medis yang lengkap.
“RSUP Wahidin merupakan rumah sakit yang punya perlengkapan memadai, disamping tenaga teknisnya juga mendukung,” kata Ichsan Mashuri.
Meski begitu, Ichsan mengatakan, belum menerima laporan terkait adanya Warga Negara Indonesia (WNI) Sulsel yang terinfeksi corona. Ia juga menampik adanya warga Sulsel yang positif Corona dan dirawat di salah satu RS di Makassar.
“Tidak ada, hoaks itu. Kalaupun ada akan ada pernyataan resmi, dan saya sendiri yang akan keluarkan statementnya. Dan sampai sekarang saya belum pernah kasih keluar pernyataan itu,” tegas Ichsan.
Ichsan menambahkan, hingga saat ini pihak Dinkes terus standby di bandara maupun pelabuhan untuk terus melakukan pemeriksaan terhadap wisatawan maupun warga Sulsel yang telah melakukan
perjalanan dari luar negeri.
Seperti diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan dua Warga Indonesia (WNI) yang positif virus corona. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan, Senin (2/3). Munculnya virus Corona akan berdampak terhadap roda pertumbuhan ekonomi. Dua orang yang terjangkit virus corona tersebut ialah seorang ibu berusia 64 tahun dan sang anak yang berusia 31 tahun. Saat ditelusuri riwayatnya, WNI ini terinfeksi corona setelah berinteraksi dengan WNA asal Jepang. Meski begitu, Jokowi tidak membeberkan dimana keberadaan dan tempat perawatan warga Indonesia tersebut.(upeks)

Pos terkait