Ketika Delapan Pemuda Bone Berdiskusi

Ketika Delapan Pemuda Bone Berdiskusi

Makassar, Upeks.co.id–Mereka berkumpul. Temu kangen. Dan berdiskusi. Di warung kopi.

Yang didiskusikan tidak banyak. Dua poin saja. Pertama perkembangan Kabupaten Bone sekarang. Dan kedua, tentang organisasi alumni mereka.

Bacaan Lainnya

Sebagai pemuda dari Bumi Arung Palakka –julukan Kabupaten Bone– ini, mereka merasa terpanggil. Membahas masalah dan berbagai persoalan yang terjadi di daerahnya.

Delapan anggota Himpunan Alumni (Himal) SMP/SMADAGA Bone, Sulawesi Selatan ini, kemudian bertemu. Di sebuah warkop di Kota Daeng, Jumat (10/1/2020).

Mereka berasal dari bebagai latar belakang profesi. Ada akademisi, TNI, Polisi, Praktisi, dan lainnya.

Syahid Arjad, salah seorang yang hadir, mengaku sebenarnya mereka sering bertemu.

“Ngumpul – ngumpul di Warkop sering kami lakukan, sekedar melepas kangen dan tetap menyambung tali silaturahmi. Namun ada yg berbeda kali ini, selain yang punya kesempatan bergabung 8 orang, dari berbagai  latar pekerjaan,” katanya.

Dia menjelaskan, Awalnya hanya cerita kangen-kamgenan sambil tanya menanyakan kabar, sampai akhirnya menjadi diskusi yg sedikit serius. Terutama tentang Bone dan HIMAL. Hingga hasil diskusinya dibuang sayang kalau tidak di tuangkan dalam catatan.

“Yang kami diskusikan adalah kondisi Bone saat ini, tidak ada perkembangan berarti. Hampir ketinggalan dari kabupaten di sekitarnya terutama dari infra struktur jalan, tempat wisata dan produk unggulan. Entah dimana botle necknya kenapa tidak ada akselerasi pembangunan di Bone, padahal sumber daya manusia yang berasal dari Bone tidak diragukan baik di pusat maupun di Makassar,” katanya.

“Ke depan mungkin dibutuhkan pemimpin yang upnormal, sehingga mampu melakukan pembangunan yg fundamental bagi Bone agar tidak tertinggal. Mungkin harus didatangkan “to Manurung” dari luar jika tidak ada pemimpin dari internal yang mampu memecahkan masalah yang dihadapi,” ujarnya lagi.

Topik diskusi, jelas Syahid Arsjad, yang kedua adalah tentang HIMAL, organisasi alumni SMA mereka.

Mereka menilai, gebrakan awalnya sangat luar biasa, sukses reuni akbar dan membangun mesjid dari partisipasi alumni. Kami berharap bahwa niat baik ini semestinya terawat dengan manajemen yang rapi agar semangat partisipasi alumni tidak kendor.

“Yang kedua, HIMAL jangan sampai terjebak politik praktis sehingga usianya yg masih muda tidak “mate colli”. Namun HIMAL tidak boleh alergi politik, HIMAL harus aktif berkontribusi secara pemikiran dan tindakan untuk memberdayakan masyarakat Bone dan mendorong lahirnya pemimpin yang *“good governance”* di Bone,” katanya.

“Tak banyak yang bisa kami berikan untuk Bone, tapi meskipun kami tidak atau tinggal di Bone, Hati kami selalu berharap yang terbaik bagi Bone tercinta,”. katanya.(rls)

Pos terkait