PILKADA

Uji Kompetensi di Golkar, Deng Ical Optimis Dapat Dukungan Parpol

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Bakal Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal kian optimistis menatap pemilihan kepala daerah tahun 2020. Dia
percaya diri mendapatkan dukungan partai politik (Parpol) sebagai kendaraan untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Juni
2020 mendatang.

Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu mengklaim didukung parpol karena hasil survei peluangnya di pilkada menunjukkan tren
positif. Karena, kata dia popularitas dan elektabilitasnya lebih baik dibandingkan kandidat lain.

“Soal popularitas dan elektabilitas, saya punya kedua-duanya. Jadi wajar saya optimis,” kata Ical usai mengikuti uji kompetensi bakal
calon kepala daerah Partai Golkar Sulsel di Hotel Singgasana, Senin (23/12/2019).

Deng Ical sapaan Syamsu Rizal yang saat ini menjadi kader Golkar, mampu mengedari partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahkan
kata dia saat ini sudah ada empat Parpol yang memberikan sinyal akan memberikan dukungan atau rekomendasi.

Hosting Unlimited Indonesia

Akan tetapi Deng Ical tidak ingin menyebutkan Parpol apa yang akan dikendari, sambil menunggu survei yang akan berjalan hingga akhir
Januari 2020.

“Nanti saya umumkan survei di akhir Januari, baru orang tahu. Bakal calon wakil juga belum ada, nanti dilihat hasil survei, yang
diinginkan masyarakat,” ucapnya.

Disinggung surveiya Deng Ical mengklaim tren positif, selama ini kata dia belum pernah mengumumkan hasil surveinya ke publik. Dia
menyatakan itu sengaja dilakukan karena survei yang berjalan selama ini untuk kepentingan internal tim pemenangan.

Ical mengaku membutuhkan hasil survei sebagai bahan asesmen diri. Dari sana dia bisa melihat posisinya di peta politik, serta
mempersiapkan kebijakan dan strategi pencalonan di pilkada.

“Jadi saya memang tidak pernah merilis hasil survei. Kalau survei orang lain yang beredar, mungkin ada kepentingan tertentu,” katanya.

Sementara dalam pemaparan visi misi Daeng Ical mengaku ditanyai seputar rencanadan program jika terpilih. Kepada tim pakar, dia
mengungkapkan konsep pembangunan dengan melibatkan partisipasi publik.

Menurut Ical, perekonomian Kota Makassar terbukti tidak bisa mengandalkan semata APBD. Selama ini rasio produk domestik regional
bruto (PDRB) Makassar didominasi peranan sektor swasta maupun masyarakat umum.

“Harus ada konsep pelibatan partisipasi masyarakat yang optimal. Itu yang mesti dijaga dan dibuat salurannya. Tidak boleh ada orang
Makassar yang merasa tidak dilibatkan,” tutupnya. (mah)

#TRENDING

To Top