Kunjungan Kerja, Bupati Selayar Salurkan Bantuan

  • Whatsapp

Kunjungan Kerja, Bupati Selayar Salurkan Bantuan

SELAYAR.UPEKS.co.id—Kunjungan kerja Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali bersama rombongan pada  tiga kecamatan di kepulauan terus berlanjut. Hingga berita ini diturunkan, Jumat (18/10/2019) Bupati sudah berada  di Pulau Lantondu Kecamatan Takabonerate.

Bacaan Lainnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati mengawali kunkernya di Kecamatan Pasimarannu. Dari pantauan media  ini, usai melakukan serangkaian agenda kegiatan di Kecamatan Pasimarannu, Bupati dan rombongan tinggalkan  Pasimarannu dan tiba di Kecamatan Pasilambena 16 Oktober kemarin.

Meski hanya sehari di Kecamatan Pasilambena, namun Bupati sempat menyambangi warganya dan keliling desa ke desa, seperti Desa Kalaotoa, Desa Lembang Matene, Desa Garaupa, Garaupa Raya, serta Desa  Karumpa.

Sembari menyalurkan Bansos Non Tunai PKH, H. Muh. Basli Ali yang juga akrab disapa MBA tatap  muka secara sederhana dengan masyarakat setempat.

Kehadiran orang nomor satu di Kepulauan Selayar ini menjadi kebahagiaan tersendiri dan berkah bagi warga  Kecamatan Pasilambena. Basli Ali banyak menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat.

Diantaranya rencana  pembangunan ruas jalan antara Kawau dan Garaupa Raya serta rencana pembangunan jalan yang akan  menghubungkan Dusun Karumpa dengan Karumpa Timur.

Di Desa Karumpa, usai tatap muka dengan aparat desa dan masyarakat, MBA mengunjungi rumah-rumah warga  yang masuk dalam daftar keluarga miskin, dengan menyantuni dan memberikan bantuan sejumlah uang tunai.

“Tidak ada alasan bagi saya sebagai seorang Bupati untuk tidak melayani warganya dengan baik, selama itu tidak  bertentangan dengan regulasi yang ada, jabatan Bupati tidak lebih sebagai seorang pelayan, jadi Bupati harus  mampu menjawab kebutuhan masyarakat sebab jabatan Bupati diperoleh dari masyarakat,” ucap Basli Ali.

Selain itu, di hadapan masyarakat Basli Ali juga menyampaikan penolakannya terhadap politik dinasti. Menurutnya  seorang pemimpin yang menganut dan menerapkan politik dinasti akan merusak makna demokrasi yang  sesungguhnya, dan yakin bila itu terjadi maka pembangunan suatu daerah tentu tidak akan berjalan maksimal.

“Saya sangat tidak setuju dengan politik dinasti, itu tidak baik bagi demokrasi kita khususnya bagi masyarakat,  berikan kesempatan juga kepada orang lain untuk memimpin dan membangun daerah ini,” terang Basli Ali. (Sya).

Pos terkait