Tak Miliki Izin Andal, Dewan Hentikan Penimbunan Danau Telkomas

  • Whatsapp

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara didampingi Camat Biringkanaya, Mahyuddin dan Lurah Berua, Andi Elias, Senin (1/7) turun meninjau lokasi penimbunan danau di RW 03 Telkomas.

Mereka turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi lapangan dan aktivitas penimbunan yang dilakukan pihak developer di kawasan danau Telkomas.

Bacaan Lainnya

Di depan pemilik lahan dan pihak developer, Abdi Asmara dengan tegas meminta agar segala aktivitas penimbunan di lokasi tersebut dihentikan. Sebelum izin dan semua dokumen yang disyaratkan lengkap.

“Saya minta stop dulu penimbunan, terakhir hari ini. Mulai besok tidak boleh ada lagi aktivitas,” tegas legislator Demokrat ini.

Menurut Abdi, pihak developer harus melengkapi dulu izin dan semua dokumen yang dibutuhkan, dan harus jelas perencanan pembangunannya. Sebab kalau tidak, akan berdampak besar terhadap lingkungan sekitarnya, apalagi daerah resapan.

Menurutnya, yang terdampak dari penimbunan di lokasi ini, lanjut Abdi, ada 4 kelurahan, yaitu kelurahan Daya, Berua, Paccerakkang, dan Katimbang. Karena kalau hujan, air dari empat kelurahan tertampung semua di daerah ini.

“Pak Camat dan Lurah, bantuki arahkan mereka bagaimana bisa terbit izin dan dokumen lainnya. Bimbing mereka supaya mengikuti prosedur yang benar. Yang terpenting harus jelas perencanannya,” pinta Abdi Asmara.

“Kami tidak larang menimbun, karena itu hak pemilik tanah. Yang kita pertanyakan, apakah mereka sudah punya izin. Ini juga harus ada keterangan rencana kota, andal lingkungan. Itu wajib sebelum melakukan kegiatan di lokasi. Apalagi untuk pembangunan perumahan. Ini kan daerah resapan, dampaknya sangat besar jika tidak jelas perencanannya,” tegas Abdi yang terpilih kembali ke parlemen Makassar 2019-2024.

Saat meninjau lokasi, Abdi Asmara terlihat geram. Bagaimana tidak, pihak developer, selain tak memiliki izin, mereka juga merusak jalan lingkungan yang ada disekitarnya, apalagi baru-baru diperbaiki.

“Yang bikin marah saya disini, jalan yang baru sudah kita perbaiki, rusak lagi, akibat aktivitas penimbunan. Coba lihat jalanan di sampingnya, itu sudah rusak. Padahal baru-baru diperbaiki,” ketusnya. (ris)

Pos terkait