Peserta Latpim III Majene Gelar Pameran Inovasi

  • Whatsapp

Peserta Latpim III Majene Gelar Pameran Inovasi

MAJENE, UPEKS.co.id—Sebanyak 39 peserta Diklat Kepemimpinan III Angkatan IV di lingkup Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Majene, menggelar pemeran inovasi Proyek Perubahan, di gedung Aula Tammajarra, Rabu  (17/7).

Bacaan Lainnya

Pameran Inovasi Latpim III Angkatan IV terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Majene,  dengan Pusat PelatihanPengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan LAN Makssar.

Pameran dibuka langsung Bupati Majene Fahmi Massiara, didampingi wakil Bupati Lukman, bersama para  pembimbing (coach) serta tim penguji reformer berkeliling ke stand pameran peserta untuk menguji sekaligus menilai inovasi mereka.

Kabid Diklat Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan SDM Majene, Fatmawty selaku panitia pelaksana pameran  inovasi Diklatpim III mengatakan, pameran tersebut merupakan kesempatan berharga peserta untuk mengembangkan gagasan dan ide-ide kreatif.

“Pameran inovasi ini menampilkan beragam stand hasil proyek perubahan peserta Dklatpim III yang dilaksanakan  selama 2 hari, setelah acara pembukaan, diadakan peninjauan keseluruh stand, sesudah peninjauan dilanjutkan dengan seminar, diikuti seluruh peserta Latpim,”kata Fatmawaty, Rabu (17/7).

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara usai membuka pamrena Latpim III kepada wartawan mengatakan,  dengan adanya pameran inovasi Latpim ini menunjukkan bahwa peserta lebih didorong kepada naluri semangat, dan menampilkan apa yang sudah dibuat didalam proyek perubahan.

“Tadi saya sengaja keliling dan menginterviu satu-satu, saya tanyakan judulnya apa, bagaimana cara mereka  menjelaskan tentang pameraan inovasi ini,”ujar Fahmi.

Fahmi berharap dengan adanya pemeran inivosi ini, peserta diklatpim dapat mengembangkan ide-ide dan  inovasinya. Karena saat kembali ke kantor, peserta akan disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari.

“Harapan saya proyek perubahan yang ditampilkan ini tidak hanya berakhir begitu saja, kita mau ada pollow upnya,  atau tindaklanjut, memang saya melihat ada yang berkelanjutan, seperti yang on line atau menggunakan aplikasi,  itu tidak boleh tidak harus jalan karena terus berkembang, beda dengan yang perencanaan karena harus
terprogram pada dinas masing-masing,”pungkasnya.(Ali).

Pos terkait