Disperdastri Gowa dan Pertamina Gelar Operasi Pasar

Disperdastri Gowa dan Pertamina Gelar Operasi Pasar

GOWA, UPEKS.co.id– Menanggapi isu adanya laporan kelangkaan gas elpi 3 Kg di masyarakat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) Gowa bersama PT Pertamina meggelar operasi pasar berlangsung di halaman kantor Perdastri, Jumat (26/7/2019) Sore.

Kabid Perdagangan Disperdastri Gowa, Muh Rais menjelaskan operasi pasar ini digelar untuk menyakinkan kepada masyarakat bahwa tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

“Hal ini kita lakukan untuk memberikan pemahaman masyarakat bahwa tidak ada kelangkaan gas di gowa. Jadi kami sampaikan kalau ada kebijakan atau aturan baru sistem penyaluran dari pangkalan ke pengecer itu itu hanya 30 persen saja, jadi otomatis ada pengurangan kepengecer,”kata Rais, disela-sela operasi.

Sebelum operasi pasar ini dilakasanakan, Rais mengaku terlebih dahulu menyurat ke Pertamina agar menyiapkan gas elpiji 3 kg untuk dipasarkan kemasyarakat dan meyakinkan bahwa stok gas elpiji aman di kabupaten gowa.

Selain itu operasi pasar ini kata Rais untuk mengatisipasi permintaan gas elpiji jelang hari raya Idul Adha dan mengatahui animo masyarakat terkait ketersedian gas elpiji.

“Rencanya operasi pasar ini akan tetap kita gelar dikecamata lain, namun kita lihat dulu animo dari masyarakat dan perkembannya bagaimana,”tambahnya.

Sementara itu SE LPG Rayon II Pertamina, Muhammad Rizal menambahkan dalam operasi pasar ini pertamina menyiapkan sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kg untuk disalurkan kemasyarakat kurang mampu.

“Ini kita lakukan untuk menjawab keinginan masyarakat dan meyakinkan kalau kelangkaan gas elpiji itu tidak ada,”jelasnya.

Adapun mekanisme penyaluran gas elpiji 3 kg ini, yakni sitiap warga hanya dapat membeli satu tabung dengan harga hanya Rp.15.500 saja, cukup dengan memperlihatkan Ktp saja.

“Yang kita harapkan penyalurannya ini dapat tepat sasaran yakni orang yang tidak mampu. Jangan yang membeli orang kaya, pengusaha-pengusaha mengengah keatas dan Aparat Sipil Negara (ASN) dengan golongan tertentu,” harap Muhammad Rizal.

Salah seorang warga Sungguminasa, Teguh Wahyudi mengaku sangat senag dengan diadakannya operasi pasar ini.
“Bagus kalau ada operasi seperti ini, harganya sangat murah, tidak mahalki seperti kemarin saya beli itu harga sampai Rp25.000 gas elpijinya. Kami berharap kepada pemerintah agar dapat menstabilkan kembali harga dipengecer, kasian kita ini kalau susah mencari gas apalagi harganya melambung,”harapnya. (Sofyan).

Pos terkait