
WAJO, UPEKS.co.id — Ketika orang tua telah memasuki usia senjanya, seharusnya ia bisa menikmati hidup dengan nyaman. Namun kenyataannya, ada beberapa orang tua malah hidup sebatang kara.
Salah satunya Nenek Kamaria (70) warga Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.
Nenek Kamaria mengaku sudah tinggal selama 20 Tahun di gubuk reyot yang berukuran 2×3 Meter ini.
Dengan kondisinya sekarang, Nenek Kamaria tak dapat mencari nafkah sendiri. Ia hanya mengandalkan bantuan dari para tetangganya.
“Alhamdulillah nak, selama ini tetangga yang selalu bantu dan kadang juga Kepala Desa,” ujar Nenek Kamaria kepada Tim At-Taubah Channel Peduli Sengkang, Jumat (12/7/19).
Kata Nenek Kamaria, ia bertahan hidup di gubuk reyot itu, agar tidak menyusahkan keluarganya.
“Saya tidak mau kasih susah keluargaku, apalagi saya sudah tua begini,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia sangat bersyukur karena kedatangan Tim At-Taubah mengunjungi dan memberikannya santunan.
“Terima kasih banyak kasian nak. Semoga Allah balas kebaikan kalian semua,” ucapnya.
Saat diberikan santunan, terlihat Nenek Kamaria menangis dan mengucapkan rasa syukur berkali-kali kepada Tim At-Taubah Peduli karena telah diberikan bantuan.
“Saya merasa senang ternyata masih ada orang-orang di luar sana masih peduli terhadap saya, apalagi kalian ini jauh-jauh datang kesini hanya untuk menemui saya,” tuturnya.
Ia pun berharap di masa tuanya ini dapat tinggal dirumah yang layak huni.
Sementara Mediator Anak Yatim, Ust Akbar Gunawan mengucapkan rasa terima kasih karena telah dipercayai kembali bagikan santunan tersebut.
“Alhamdulillah kami kembali dipercayai para donatur untuk membagikan santunan ini melalui program ‘Sedekah Jumat’. Semoga santunan ini bermanfaat bagi mereka dan juga berkah bagi kita semua,” cetusnya.
Dikatakannya, santunan ini dibagikan ke warga Kabupaten Bone dan Wajo diantaranya Kamaria (70) warga Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Saraka (60) warga Dusun Satu, Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.
Kemudian, Amina (50) Kelurahan Unyi, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, dan juga Sri warga Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.
Dalam kesempatan itu, Ust Akbar mengajak para dermawan yang ada di Indonesia, khususnya anak rantau bugis sedunia, TKI dan TKW Riyad untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
“Mari kita bantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ajaknya.
Untuk diketahui, jika kalian ingin menyisihkan sedikit rezekinya, anda dapat menyalurkannya di nomor rekening 504601000359503 (BRI) atau 0445326618 (BNI) atas Nama Muhammad Akbar Gunawan. Atau dapat menghubungi melalui nomor ini 0821 – 8848 – 9770. (Amin Rais)




