MAKASSAR,UPEKS.co.id— Ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Iqbal Djalil, menghadiri sosialisasi kegiatan penumbuhan dan penguatan kelompok santri tani (KSTM) melalui pengembangan ternak ayam 2019 di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan di Jl Veteran Selatan, Jumat (28/6/2019).
Menurut Ustadz Ije, sapaan legislator Partai Keadilan Sejahteta (PKS) ini, IPI bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya telah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dalam hal penyaluran bantuan ke pondok pesantren.
Bantuan yang dimaksud, yakni ternak kambing dan ayam.
“Jadi, semua bantuan yang akan disalurkan ke pondok pesantren di Sulawesi Selatan harus melalui IPI,” kata Ustadz Ije usai pertemuan.
Anggota DPRD Makassar ini menjelaskan, pasca penandatangan MoU, bantuan berupa ternak itu telah disalurkan ke 91 pondok pesantren di Sulsel.
IPI Sulsel sendiri membawahi sebanyak 200 lebih pondok pesantren.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kerjasama dan dukungan yang dipercayakan kepada IPI Sulsel. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar,” ujar Ustadz Ije.
Pertemuan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel itu juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Pertanian.
Tak hanya sebagai politisi, Ustadz Ije memang dikenal juga dari kaum santri. Dia adalah ketua Yayasan Baq’atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar.
Menjabat sebagai legislator selama dua periode, rata-rata koleganya di parlemen mengenal Ustadz Ije sebagai sosok muda bergaul dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
Dari seabrek aktivitasnya itu, berbagai kalangan mendorong Ustadz Ije masuk dalam bursa Pemilihan Wali Kota Makassar 2020.
Salah satu dukungan datang dari tokoh agama Sulsel yang juga mantan anggota DPD RI dua periode, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.
“Dari segi kapasitas, kapabilitas serta pengalaman Ustadz Ije selama dua periode di DPRD Makassar, saya rasa dia cukup pantas menjadi pemimpin di Kota Makassar,” kata Ustadz Aziz. (ris)




