Terima Kru Film Anak Muda Palsu, Gubernur Bicara Industri Sinematografi

Terima Kru Film Anak Muda Palsu, Gubernur Bicara Industri Sinematografi

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Geliat perfilman Makassar diestimasikan bisa menjadi landasan instrumen  fundamental industri kreatif lokal untuk lebih menggairahkan perekonomian Sulawesi Selatan yang bersifat inklusif.

Bacaan Lainnya

Menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, kehadiran sejumlah karya sineas muda Makassar dalam beberapa
tahun terakhir menjadi indikator bahwa geliat pelaku industri sinematografi di daerah ini semakin berada pada level
yang prospektif.

“Saya tentu sangat men-support penuh segala bentuk kreatifitas sineas-sineas muda Makassar yang orientasinya
ke hal produktif. Apalagi konten produk sinematografi yang dihasilkan selalu menyisipkan pesan-pesan moral  sesuai dengan filosofi keseharian Bugis Makassar,” ujarnya saat menerima audiensi kru dan pemain Film Anak  Muda Palsu di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (20/6/2019).

Dia memandang, industri perfilman sudah saatnya menjadi salah satu prioritas generasi milenial Makassar dan
Sulsel secara umum, sehingga estimasi menjadikannya sumber perekonomian mampu menjadi keniscayaan.

Secara khusus, dia juga mengapresiasi Film Anak Muda Palsu yang dijadwalkan tayang perdana di jaringan  bioskop Tanah Air pada 4 Juli 2019 mendatang, sebagai bentuk manifestasi kreativitas sineas muda yang tetap  mengacu pada kearifan lokal Sulsel.

Sebagai informasi, Anak Muda Palsu yang dirilis Production House (PH) Finisia Production itu mengangkat kisah
empat orang mahasiswa semester akhir di Universitas Hasanuddin galau memikirkan kuliah mereka yang tak
kunjung selesai.

Mereka adalah Tumming, Abu, Illank (Reo Ramadhan) dan Darwis (Hisyam Hamsir). Meski berbeda-beda  Fakultas tapi tinggal di tempat kos yang sama.

Bersahabat sejak mahasiswa baru dan berjanji untuk wisuda bersama-sama. Bukan perkara mudah untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu. Tumming dan kawan-kawan harus menghadapi ibu kos (Luna Vidya) yang
super galak serta desakan dari orang tua agar segera sarjana.

Pada aspek lain, Gubernur berharap geliat industri perfilman mampu memantik generasi milenial Sulsel lebih aktif  dan produktif rill serta bisa menggunakan hati dalam melakukan pekerjaan.

“Generasi muda yang seperti itu dibutuhkan Sulsel, lebih mampu menyajikan hasil karya produktif inovatif, bukan
yang pesimistis dan hanya bisa kritis tanpa konstruktif, ” ucapnya.

Produser Film Anak Muda Palsu Ahmad S. Ilham mengatakan keterlibatannya dalam proyek sinematografi  tersebut adalah bentuk komitmen pada pembangunan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis milenial.

“Dan juga film lokal Makassar harus diberi layar. Sangat memprihatinkan bila garapan anak Makassar, sedikit
layarnya di kota sendiri,” papar pria yang juga Regional Head Bank Muamalat Sulampua ini.

Menurutnya, industri perfilman Makassar yang memiliki potensi besar juga mendapatkan dukungan penuh Pemprov Sulsel melalui komitmen Gubenur Nurdin Abdullah yang berencana membuatkan fasilitas atau wadah khusus untuk mengakomodir kreatifitas generasi muda Sulsel secara umum. (rul).

Pos terkait