Makassar, Upeks.co.id–Menyambut HUT Bhayangkara ke-73 Polri pada 1 Juli nanti, Rumah Sakit Bhayangkara Makassar mengadakan bakti Kesehatan dengan mengoperasi pasien celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing).di hadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia Makassar rabu. (19/6/2019)
“Seperti yang kita tahu semua, sebentar lagi Polri akan melaksanakan ulang tahun ke-73, yang mana kelihatan ini adalah rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-73. Makanya RS Bhayangkara Makassar menyambut baik hal ini untuk dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang nanti pada tanggal 19 Juni, puncaknya acara kegiatan bakti Kesehatan ini yang dipusatkan di RS Bhayangkara Makassar,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Farid Amansyah Sp PD.,Finasim.
Pemilihan operasi bibir sumbing ini dinilai Farid mempunyai manfaat luar biasa. Operasi bibir sumbing dapat menimbulkan rasa percaya diri pada pasiennya.
“Kalau operasi celah bibir dan celah langit-langit ini dampaknya tidak hanya pasien saja, tapi orang tua atau keluarga. Yang tadi barangkali ada kurang percayadiri, dengan operasi ini,Yang tadinya keluarga mempunyai salah satu keluarga yang celah bibir sehingga begitu dioperasi hilang sirna sehingga seperti kita semua,” kata Farid Amansyah
Rencananya, bakti Kesehatan operasi bibir sumbing ini akan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). “Pelaksanaannya tidak hanya Makassar tapi di seluruh Indonesia,di 24 provinsi yang melaksanakan ini bersama-sama yang tujuannya adalah untuk memecahkan rekor Muri karena ada 720 yang akan kita operasi selama 3 hari ini yang melebihi targer 500 pasien,” ucapnya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dr Farid Amansyah Sp PD Berharap kedepannya Agar Menghindari perkawinan vertikal genetik yang terlalu dekat atau menghindari perkawinan usia Dini sehingga terhindar dari kegagalan jalan lahir katanya.
Operasi bibir sumbing ini melibatkan kerja sama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI) Makassar.Kepala Biddokkes R Harjuno mengatakan ini adalah langkah kecil untuk memperbaiki permasalahan bibir sumbing.
“Ini adalah upaya kita, upaya kecil mungkin, dari kita untuk memperbaiki masalah ini. Karena kalau pasien kena celah bibir dan langit-langit banyak sekali yang ditimbulkan, mulai dari bicara, mungkin dari lahir dia sulit bicara, bahkan ketika fungsi sosial mungkin ada sedikit permasalahan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua pasien Jasman yang anaknya berusia 7 bulan, berharap buah hatinya dapat kembali normal pasca operasi. Hal tersebut agar kelak anaknya besar tidak memilik sifat rendah diri.
“Mudah-mudahan anak saya jadi seperti orang biasa, yang normal, yang pokoknya nggak minder lagi deh. Saya orang tuanya juga sih minder nggak, cuma ada rasa kasihan, kok anak lain normal, anak saya nggak’. kok beda sendiri gitu,” imbuhnya.
Adapun RS Bhayangkara Makassar mengoperasi Celah Bibir sebayak 82 pasien. Untuk hari ini, pihak rumah sakit akan mengoperasi selebihnya pasien bibir sumbing.(citizen reporter: Hasan)




