Pendaftar Pesantren IMMIM Lampui Kuota, 18 Juni Pengumuman Seleksi

  • Whatsapp

Pendaftar Pesantren IMMIM Lampui Kuota, 18 Juni Pengumuman Seleksi

MAKASSAR,UPEKS.co.id–Alhamdulillah, minat orang tua dari berbagai provinsi di Indonesia menyekolahkan buah  hatinya ke Pondok Pesantren Modern Pendidikan Alquran IMMIM Putra Tamalanrea, Makassar membeludak. Itu  ditandai terlampuinya kuota yang tersedia.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru, Dr Nasaruddin,M.Ag saat dialog dan silaturrahim  ratusan orang tua calon santri baru Pesantren Modern Pendidikan Al-Quran IMMIM Putra, Sabtu (15/6) di Aula  Pondok Pesantren IMMIM Putra Tamalanrea, Makassar.

Dialog yang dipandu Drs Mursyid,M.Pd (Kepala SMA/MA IMMIM) itu dihadiri Direktur Ponpes IMMIM, Dr H  Mukhlis Mukhtar,M.Ag (Direktur Ponpes IMMIM Putra), Asmarani Madjid Sp,A, Drs Hamzah Harun (Bagian  Bimbingan dan Konseling), Drs M Nasir Ameth,SE (Kepsek SMP IMMIM) dan Dr Nasaruddin.M.Ag (Dewan
Pembinaan ke-IMMIM-AN dan SDM).

Sebelum dialog berlangsung, para orang tua calon santri mengisi formulir pemeriksaan kesehatan calon santri dan  kuesioner bentuk Pola Pengasuhan (Parenting Style Questionare). Tujuannya mengetahui riwayat kesehatan  calon santri serta menelusuri bentuk pola Pengasuhan calon santri selama ini.

Pendaftar Pesantren IMMIM Lampui Kuota, 18 Juni Pengumuman Seleksi

Saat dialog orang tua dan pembina pesantren berlangsung, ratusan calon santri IMMIM juga menjalani tes tertulis  di sejumlah ruangan dilanjutkan tes kesehatan di polilinik pesantren IMMIM.

Nasaruddin menjelaskan, kuota santri baru tahun 2019 untuk SMP/SMA 240 orang, sedangkan pendaftar  mencapai 362 orang.

Menanggapi tingginya minat orang tua menyekolahkan anaknya di IMMIM, lanjut Nasaruddin, pihaknya segera  konsultasikan dengan pihak YASDIC IMMIM. Terutama menjajaki, kemungkinan penambahan kuota. Selanjutnya,  pengumuman hasil seleksi dijaldawalkan berlangsung, Selasa 18 Juni 2019.

Pemantauan Upeks, saat dialog, terungkap orang tua santri yang mendaftarkan anaknya di IMMIM, selain dari  Sulsel juga dari berbagai provinsi di Indonesia. Termasuk dari Papua, Sulawesi Tengah,Ternate,  Kaltim/Samarinda dan Kalimantan Utara.

Umumnya orang tua calon santri mengungkapkan, selama ini mengetahui informasi perkembangan IMMIM  termasuk testimoni alumnus IMMIM melalui akun media sosial dan Youtube. Selain itu, informasi positif dari  keluarga/kerabat yang pernah menyekolahkan anaknya dan kini sukses menekuni berbagai profesi.

Sementara itu Direktur Pesantren IMMIM Putra, Dr H Mukhlis Mukhtar,M.Ag yang juga alumni pesantren IMMIM  angkatan ke dua itu menandaskan, Ponpes IMMIM yang dicetuskan H Fadeli Luran ini, operasional tahun 1975.

Kini alumninya bertebaran hampir seluruh provinsi dan menduduki jabatan strategis bahkan ada di luar negeri.

Pengalaman kami puluhan tahun mengasuh pesantren, kata Mukhlis, pembinaan di pondok pesantren akan  sukses, jika terjalin kerjasama dan kebersamaan elemen terkait antara santri, orang tua dan pembina/guru.

”Untuk meningkatkan kualitas alumni, pengelola pesantren IMMIM terus aktif berinovasi. Tahun ini untuk tingkat  SMA/MA IMMIM mulai menerapkan e-learning. Selain itu aktif kerjasama berbagai elemen dalam dan luar negeri,”  tandas Mukhlis yang tiga putranya menyelesaikan studi di Pesantren IMMIM. (arf)..

Pos terkait