Barru akan Jadi Pencontohan Rest Area di Sulsel, Pemkab Siapkan Rp4,7 M

Barru akan Jadi Pencontohan Rest Area di Sulsel, Pemkab Siapkan Rp4,7 M

BARRU,UPEKS.co.id– Rencana pembangunan rest area di Kabupaten Barru, segera direalisasikan tahun ini. Itu  terungkap dalam seminar bertajuk “Michino Eki” .

Bacaan Lainnya

Seminar Between Goverment of South Sulawesi and Govetnment of Japan yang digelar di Baruga Pattingaloang  Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (20/05/19).

Selain Barru, tahun 2019 ini juga akan dibangun di Jeneponto.

Seminar yang dibuka Gubernur, Nurdin Abdullah itu menghadirkan, Mr.Shoichy Watanane dari Deputi Direktor
Planning Division Road Bureau dan Prof.Dr.Rudy Jamaluddin, Tenaga Ahli TGUPP (Tim Gubernur untuk  percepatan Pembangunan).

Seminar diikuti Bupati se-Sulsel, Kepala Bappeda dan sejumlah kadis Provinsi dan kabupaten, Konsulat Jepang,Jepang Internasional Cooperation Agency (JICA) serta Ketua umum persatuan Alumni Jepang.

Gubernur Sulsel menandaskan, pihaknya akan membangun 10 rest area atau dalam bahasa Jepang Michino Eki  di Sulsel.

 

Dalam pembanguan Rest Area ini, akan mengadopsi dan  mengimplementasikan sistem supermarket  MichinoEki di Jepang.

Pembangunan dan Pengelolaan Rest Area bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. Mantan Bupati Bantaeng dua priode ini menambahkan, pembangunan Rest area ini salah satu cara untuk
mengoptimalkan para petani di Sulsel.

Supermarket akan dibangun dalam Rest area dan akan diisi dengan produk dari petani. Selain itu juga akan  disiapkan tempat khusus yang untuk promosikan produk-produk lokal.

Menurutnya, Rest area yang akan dibangun di Barru dan Jeneponto akan menjadi percontohan Rest Area di Sulsel. Selain Barru dan Jeneponto, delapan Rest area lainnya menyusul dibangun.

Sementara itu, Mr.Shoichy Watanabe dari Deputi Direktor Planning Division mengatakan, Michi no Eki adalah  bahasa Jepang berarti stasiun kota.

Michino Eki kata Watanabe merupakan konsep rest area yang menyediakan tempat beristirahat dan dilengkapi  layanan seperti tempat makan, tempat memamerkan produk-produk khas serta fasilitas umum lainnya.

Dijelaskannya sejak diperkenalkan tahun 1993, michino-eki di Jepang saat ini telah mencapai angka 1.154  .”Konsep Rest Area yang ada di Jepang akan kita coba dikembangkan di Sulawesi Selatan”.Jelas Watanabe.

Terpisah, Sekda Barru Ir.H.Nasruddin AM ,MSi mengatakan, pemkab Barru telah menyiapkan lahan sekitar lima
Hektar untuk pembangunan rest area. Saat ini Tim apresial sementara dibentuk untuk keperluan pembebasan  lahan.

Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp 4,7 Miliar dari APBD tahun 2019 . “Nota kesepahaman atau MoU  mengenai pembangunan Rest Area ini telah ditandatangi Gubernur dan Bupati Barru sejak Januari 2019,” ujarnya. ( Wahyuddin Suyuti).