TAKALAR, Upeks.co.id–Peringatan Gaukang ke 258 Karaeng Galesong kali ini mengusung tema “Merajut tali persaudaraan dan mengukuhkan kebersamaan dalam bingkai persatuan”.
Untuk lebih sakralnya peringatan Gaukang Kr Galesong, ada ritual telah dilaksanakan seperti Appalili yaitu mengelilingi kampung yang dimulai dari kompleks rumah adat menuju ke Bungung Barania.
Arak-arakan ini diiringi rampak gendang khas Makassar serta tari Pa’rappunganta yang menunjukkan empat etnis daerah seperti Makassar, Bugis, Tana Toraja dan Mandar.
Ada hal yang unik dalam ritual yakni Appalili merupkkan ciri khas raja yang ada Galesong tidak dimiliki oleh daerah lain. Selain itu, juga dilakukan pelepasan balon oleh pemangku adat karaeng galesong.
“Kita harus menjaga warisan sejarah, warisan budaya karena kita harus aplikatif dalam berkarakter yang mulia sebab ciri orang berbudaya dalam berturut bahasa lugas dan bermakna,” ujarnya.
Kata Syamsari, moment ini, suatu keistimewaan bagi kita semua untuk mengenang nama besar I Mannindori Kr Tojeng memiliki nama besar untuk sellau dikenang dan diingat.
Untuk itu I Mannindori Kr Tojeng perlu kita publikasikan dengan pemakaian nama Jalan diwilayah Galesong.
“Nama Imannindori Kr. Tojeng perlu kita mengenang sosok karena keberanian kemujuran sebagai pimpinan telah memperjuangkan indonesia dari penjajah,” jelas Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM
H. Syamsari juga mengajak kepada seluruh aparat dan masyarakat Takalar agar dapat bergandengan tangan untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan kita, “Pijakannya adalah kerja keras, disiplin, visioner serta inovasi sehinggga kita lebih terkonsentrasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” tandasnya.
“Bupati ingatkan bahwa perhelatan politik akan segera digelar untuk itu, kita harus bekerjasama dengan baik mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan,” tandasnya.
“Selain paling esensial adalah menjaga situasi sehingga tetap kondusif dan aman sehingga melahirkan pemimpin yang amanah dan akan mensejahterakan masyarakat,” tutup H. Syamsari .
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong H. Muh. Roem, SH. M.Si Kr. Mattawang pada kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar kedepan tradisi ini tetap di jaga dan juga tetap menjaga kehormatan, solidaritas sebagai lembaga adat Kr. Galesong dan juga memperkokoh hubungan silaturahim.
Rangkaian acara Gaukang dibacakan Riwayat Asal Mula Gaukang Karaeng Galesong yang dibacakan oleh Pemangku Adat Karaeng Galesong H. Mallarangang Abdullah Kr. Gassing serta pemberian gelar kehormatan oleh Kr. Galesong kepada Brigadir. Jendral Polisi Drs. Adnas, M.Si dengan gelar bangsawan Karaeng Malewa,
Sambut semaraknya Peringatan Gaukang Kr Galesong, ditampilkan tari Songko Guru dan Tari Pakarena Kreasi yang di bawakan oleh Sanggar Seni Adat Kukarrannuang dan tari Tubarani dari sanggar Gembok.
Peringatan HUT Gaukang Kr. Galesong juga dihadiri Wakil Ketua T.P PKK Takalar Hj. Megawati Achmad,SE.,MM, para Pemangku Adat Kr. Galesong beserta Permaisuri, Ketua Lembaga Adat Kr. Galesong, Anggota DPRD Prov. Sulsel, Anggota DPRD Kab. Takalar, para Raja-raja se-Sulsel beserta permaisuri, Anggota Forkopimda Kab. Takalar, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Takalar, para Camat, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.
Diakhir acara dilakukan prosesi penyembelian hewan berupa sapi disaksikan oleh Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt.MM bersama rombongan.(Jahar).




