SULAWESI SELATAN

JPS Hadirkan Caleg Milenial Dalam Panggung Diskusi

SINJAI, Upeks.co.id–Jurnalis Peduli Sinjai (JPS), Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menghadirkan Panggung Milenial bagi Calon Anggota Legislatif (Caleg) dengan tema “Mampukah Caleg Millenial Tawarkan Masa Depan” yang berlangsung di Cafe Talitha, beberapa waktu lalu.

Panggung diskusi ini menghadirkan narasumber, 3 narasumber yakni caleg asal Partai Gerindra Sinjai dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Sinjai Utara Satria Ramli, caleg PAN dari Dapil 4 Sinjai Kecamatan Tengah-dan Sinjai Barat Muhlis Hajar Adiputra, dan caleg asal partai Gerindra Dapil 2 Kecamatan Sinjai Timur-Tellu Limpoe, Ardiansyah Dahlan. Turut hadir Ketua JPS, Syamsul Bahri, serta seluruh pengurus JPS dan beberapa awak Media.

Masing-masing Caleg milenial tersebut mengungkapkan gagasannya di masa yang akan datang jika mereka terpilih.

Para caleg milenial tersebut bukan kali ini saja bertarung dalam Pemilu. Namun ada yang sudah ikut pada pemilu tahun 2014. Hanya saja belum terpilih, seperti Satria Ramli dan Ardiansyah Dahlan telah bertarung pada pemilu 2014 lalu. Sedang Muhlis Hajar Adiputra baru bertarung di Pileg tahun ini.

Pesta demokrasi yang mereka sedang jalani saat ini dinilai berbeda dari sebelumnya.

Hosting Unlimited Indonesia

“Saat ini politik transaksional makin nyata di masyarakat seperti Money Politik (politik uang). Bahkan ada yang memintai pembeli suara sampai Rp 200 ribu per orang. Jelas hal ini menghancurkan proses demokrasi,” kata Satria.

Menurut Satria mengatakan sistem politik transaksional seperti ini bisa membuat si caleg ketika duduk menjadi apatis. “Bisa saja caleg ini ketika duduk tidak perduli lagi dengan aspirasi masyarakat. Untuk apa saya perjuangkan lagi, toh suara mereka telah saya beli. Ini kan akan merugikan masyarakat sendiri ketika menyampaikan aspirasi di DPRD,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan caleg milenial lainnya yakni Muhlis dan Ardiansyah juga mengalami yang sama di dapilnya. Keduanya harus bekerja keras meyakinkan lagi masyarakat agar memilih dengan harapan kampung lebih baik bukan memilih karena transaksional politik.

Menurut Ardiansyah Dahlan bahwa dalam memilih caleg  harus melihat dari kemampuan caleg itu sendiri. “Ada 5 tas yang harus diperhatikan dalam menentukan calon yakni integritas, kapasitas, elektabilitas, fleksibelitas, dan isi tas yang mana dimaksudkan untuk operasional seperti biaya bensin, makan dan rokok. Jangan sampai ketemu sama masyarakat justru calegnya yang mau dimodali sama masyarakat,” terangnya.

Terpisah Ketua JPS, Syamsul Bahri mengungkapkan tujuan kegiatan untuk memberikan pencerahan dan gambaran kepada masyarakat sejauh mana profil calon milenial dan program yang mereka tawarkan.(egy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top