GOWA, UPEKS.co.id— Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menegaskan Revitalisasi Museum Ballalompa
tahun ini rencananya dilakukan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Seminar Budaya dengan tema ‘Menggagas Model
Revitalisasi Museum Ballalompoa’, di Baruga Karaeng Pattingaloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (2/3/2019).
“Hari ini kami mengumpulkan semuanya untuk menyamakan persepsi terhadap revitalisasi Museum Ballalompoa ini, kita ingin mendengarkan saran dan masukan mana yang harus diubah dan tidak bisa diganggu karena Ballalompoa sudah termasuk cagar budaya,” ungkapnya.
Adnan menjelaskan, revitalisasi Museum Ballalompoa tersebut harus menjadi kawasan yang sakral namun tetap menjadi daya tarik masyarakat Sulsel hingga Indonesia untuk bisa datang dan berkunjung ke Ballompoa. Sehingga untuk mengetahui lebih jelas tentang kesakralan pihaknya mengundang tiga pemateri yakni dari Direktorat Kebudayaan RI Makassar, Unsur Akademisi, dan Unsur Kebudayaan.
” Revitalisasi kita lakukan karna bentuk keprihatinan terhadap kondisi Ballalompoa. Kami telah menganggarkan sebesar Rp 6,5 Miliar pada APBD pokok 2019 untuk revitalisasi ini,” beber orang nomor satu di Gowa itu.
Terkait penyelesaian kata Adnan, dirinya menargetkan selesai tahun ini juga jika keuangan daerah yang telah ditetapkan mencukupi, namun jika hal itu tidak memungkinkan, maka akan dilanjutkan di tahun 2020 dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD perubahan nantinya.
“Jika tahun ini target tak didapatkan maka akan dilanjutkan di 2020, karena kita berharap revitalisasi ini tdak setengah-setengah, makanya kita sesuaikan dengan keuangan daerah,” tambah Adnan.
Olehnya dirinya berharap, dengan adanya seminar budaya revitalisasi Museum Kawasan Ballalompoa ini akan menghasilkan saran dan masukan yang baik untuk Gowa yang lebih sejahtera dimasa yang akan datang.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sekretaris Daeh Kabupaten Gowa, H. Muchlis mengungkapkan tujuan dilakukannya seminar ini untuk menghimpun saran dari semua komponen masyarakat Gowa baik dari keluarga kerajaan, penggiat senibudaya, seniman, tokoh masyarakt, dan LSM, untuk mengembangkan Museum Ballalompoa sebagai icon Gowa.
Peserta hadir dari keluarga kerajaan Gowa salah satunya Andi Kumala Idjo, penggiat seni budaya, akademisi, seniman, tokoh masyarakat, LSM, dan perwakilan cagar budaya (sofyan)




