ANEKA

Bupati Sinjai Apresiasi MoU DP3AP2KB dengan FKM UPRI

SINJAI, UPEKS.co.id—Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa hadiri penandatanganan MoU Fakultas Kesehatan  Masyarakat (FKM) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar dengan Dinas Pemberdayaan  Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sinjai terkait  Perlindungan Anak di Kantor Bupati Sinjai. Sabtu (30/3).

Hadir Perwakilan Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas  Pendidikan Kabupaten Sinjai, Kabag Humas, Para Kepala Desa/Lurah Pembina Kampung KB Kabupaten Sinjai,  Para Pembina dan Peserta Didik PIK Remaja Tingkat SMA/SMK Kabupaten Sinjai, dan Para Staf Lingkup  DP3AP2KB Kabupaten Sinjai.

Kepala DP3AP2KB, Dra. Hj. Mas Ati melaporkan sasaran kerjasama, sosialisasi perlindungan anak dan remaja.
Pokok permasalahannya mencakup tentang, remaja menunda usia pernikahan dini, berperilaku sehat,  menjauhkan diri dari free sex dan obat-obatan terlarang.

Dekan FKM UPRI Prof. Dr. Arfin Adam mengungkapkan kekagumannya pada Pemkab Sinjai yang sangat  responsif terhadap program peningkatan kualitas anak dan remaja.

Hosting Unlimited Indonesia

“Saya yakin dengan adanya Perjanjian MoU ini sebagai dasar dan pedoman kerja sama. Maka diupayakan saling  memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing. Dengan harapan pelaksanaan  dan implementasi program ini betul-betul terjadi secara interaktif,” terangnya.

Dikatakannya, pihaknya mendukung penuh peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dimana  anggotanya merupakan peserta didik tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Sinjai.

sementara itu, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa sangat mengapresiasi Program kegiatan dari DP3AP2KB  yang merupakan kreativitas dan langkah maju dalam mendorong pembangunan khususnya pembangunan sumber  daya manusia di Kabupaten Sinjai.

“Isu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan isu lintas bidang/sektor yang penanganannya  membutuhkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan yang terkait, termasuk di dalamnya peran serta  masyarakat, dunia pendidikan dan lainnya,” ujarnya.

itambahkannya, banyak hal yang bisa dikolaborasikan dan disinergikan termasuk kegiatan ini bahwa cakupan isi
Kesepakatan atau MoU dan diimplementasi kegiatannya di Kampung KB yang tersebar di 9 kecamatan,” jelasnya.

Andi Seto juga mengharapkan agar tahun ini, proses evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak secara online dapat  meningkat menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Madya. (egy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top