BAZNAS Enrekang Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi 86 Mahasiswa Dari Kalangan Keluarga Fakir Miskin 

BAZNAS Enrekang Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi 86 Mahasiswa Dari Kalangan Keluarga Fakir Miskin 
ENREKANG, UPEKS.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang kembali melakukan pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Kali ini melalui salah satu program utamanya, yakni “Enrekang Cerdas”. Program ini menyasar kepada mahasiswa/mahasiswi kalangan keluarga kurang mampu dari sisi ekonomi, atau golongan fakir dan miskin.
Namun tidak semua mahasiswa yang masuk kategori fakir miskin dibantu Baznas Enrekang, sebab ada syarat tertentu yang telah disiapkan dalam bentuk Standar Operasional Prosudure (SOP).
Ada beberapa tahapan, mulai dari cek kelengkapan pemohon, verifikasi faktual proposal oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat Kecamatan, hingga harus melalui tes beberapa materi.
Pimpinan Baznas Enrekang, Dr Ilham Kadir menyampaikan setidaknya ada lima materi tes seleksi calon penerima bantuan biaya pendidikan strata satu yang harus dilalui.
“Harus lulus tes bacaan shalat, menghafal 22 surah pendek, 22 doa-doa harian, memahami dasar-dasar fikih, dan ada pula tes terkait lembaga Baznas, atau kebaznasan,” paparnya.
Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang ini menambahkan,, pada awalnya ada seratus lebih pemohon, namun sebagian dinyatakan gugur, baik karena tidak bisa mengikuti syarat-syarat di atas, maupun mengundurkan diri.
“Sebenarnya ada dua kategori bantuan, ada penyelesaian studi sebanyak 41 orang dan ada pula bantuan SPP sebanyak 45 orang, dan tersebar di 17 kampus di Indonesia dan berasal dari 12 Kecamatan di Kabupaten Enrekang,” jelas Ilham Kadir.
Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Baznas Enrekang, Jalan Jendral Sudirman, No. 8. Kelurahan Galonta, Enrekang. Acara penyerahan bantuan dihadiri oleh seluruh penerima bantuan serta  tiga pimpinan, masing-masing, Dr Ilham Kadir, Kadir Lesang, dan H. Kamaruddin.
Dengan adanya bantuan biaya pendidikan tersebut sehingga Baznas menyelamatkan anak-anak mahasiswa yang terancam putus kuliah karena tidak cukup biaya.
“Baznas Enrekang telah menjadi bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Ilham Kadir. (Sry)