“Tidak sedikit orang tua seringkali takut membiarkan anaknya menjelajahi dunia sekitarnya. Kuman, alasan utama dari berbagai ketakutan itu. Padahal, membebaskan anak bereksplorasi sangat bermanfaat bagi tumbuh kembangnya”.
LAPORAN: MAHATIR MAHBUB
Febry Tri Hastuti, satu dari sekian banyak ibu yang awalnya sangat membatasi aktivitas bahkan gerak anaknya untuk berinteraksi dengan lingkungan luar. Bermain sepakbola misalnya.
Alasan ibu berusia 40 tahun ini simple saja, tidak mau si buah hati terserang penyakit akibat bakteri yang menempel pada baju dan celana saat bermain ataupun berolahraga.
Bagi warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ini meminimalkan interaksi dengan dunia luar tentu dapat meminimalisir si kecil bersentuhan dengan kuman.
Di sisi lain, dia menyadari bahwa dampak membatasi anak beraktivitas di luar rumah juga kurang baik. Anak tidak dapat bereksplorasi dan menghambat tumbuh kembangnya.
Tapi itu dulu. Sebelum dia menggunakan Royale by So Klin. Febry mengaku menggunakan Royale by So Klin sejak pertengahan tahun 2022 lalu.
“Selain wanginya tahan lama, Royale juga dapat menjaga pakaian agar bebas dari bau apek, terutama yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan kuman yang menempel pada baju,” katanya.
Perlu dicatat bahwa pakaian yang bersih setelah dicuci sebenarnya belum tentu sudah terbebas dari kuman dan bakteri. Soalnya, baju yang dicuci tentu masih basah dan lembap, sehingga sangat mudah menarik kuman dan bakteri agar tinggal dan berkembang biak.
Tapi, adanya kandungan anti-bakteri dan anti-kuman pada Royale by SoKlin bisa membantu menjaga pakaian bebas dari kontaminasi keduanya. Dengan begitu, pakaian akan benar-benar bersih serta 100% bebas dari bakteri dan kuman saat dibilas.
“Sekarang senangnya melihat anak saya bisa bermain dan berolahraga dengan bebas bersama teman-temannya di sekitar rumah. Olahraga memang langkah yang baik untuk membuat si kecil lebih aktif bergerak,” sambung ibu tiga anak ini.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, diperkirakan sekitar 18–19% anak berusia 5–12 tahun di Indonesia memiliki berat badan berlebih dan 11% anak di usia tersebut menderita obesitas.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga memprediksi bahwa terdapat sekitar 60 juta anak dengan obesitas di Indonesia pada tahun 2020. Selain pola makan tidak sehat, kurang olahraga atau jarang bergerak juga dapat membuat anak rentan terkena obesitas.
Kurangnya aktivitas fisik bisa membuat jumlah kalori yang masuk melebihi jumlah kalori yang terbakar. Akibatnya, kalori tersebut akan menumpuk menjadi jaringan lemak di dalam tubuh dan menyebabkan obesitas.
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Viramitha Kusnandi Rusmil, Sp.A(K), M.Kes, lebih banyak anak melakukan aktivitas fisik, makin baik pula untuk kesehatan anak secara keseluruhan, dan bahkan dapat membantu melawan obesitas pada masa kanak-kanak dan penyakit kardiovaskular pada masa dewasa.
Dengan bermain di luar ruangan dan mendapat paparan sinar matahari, dapat mencegah terjadinya rabun jauh (miopia), mendukung pembentukan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan sistem imun, juga memberikan pengaruh baik bagi jam biologis tubuh (circadian rhythm), sehingga pola tidur teratur dan kualitas tidur baik.
Dengan bermain di luar dapat membantu anak berlatih membuat rencana bermain sendiri, menyelesaikan masalah, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan bagi dirinya, juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri. Belajar bekerja sama dan membangun hubungan pertemanan yang tidak didapatkan dalam pendidikan formal.
Bermain di luar membantu meredakan stress pada anak dan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, sehingga berpengaruh pada prestasi sekolah. Ketika bermain di luar ruangan, hindari paparan sinar matahari yang berlebihan, paling baik dilakukan selama 30-60 menit pada pagi atau sore hari. Papski, Momski dan anak-anak jangan lupa untuk menggunakan sunblock.
Ajak Masyarakat Beraktivitas di Luar Ruangan
MELALUI kampanye “Berkeringat Itu Asik!”, SoKLIN Softener, sebagai pelembut pakaian terkemuka produksi WINGS Group Indonesia terus menggencarkan edukasi kepada para orang tua agar semakin aktif mengajak anak-anak mereka untuk kembali bebas bergerak dan beraktivitas di luar ruangan.
Kampanye ‘Berkeringat itu Asik’ menyambangi berbagai komunitas dan puluhan sekolah di sejumlah sekolah di Jakarta dan Bandung. Bersama para pakar, SoKlin mengedukasi para orang tua dan anak-anak juga berolahraga pound fit bersama.
Salah satu aktivitas yang paling sering anak-anak lakukan adalah bermain dan berolahraga sehingga anak-anak bisa lebih gembira. Papski dan Momski tidak perlu khawatir soal pakaian yang basah dan bau akibat keringat, karena Berkeringat Itu Asik!
Andrico Immanuel selaku Brand Manager Fabric Conditioner WINGS Group Indonesia menuturkan melihat perkembangan anak-anak yang sangat attached terhadap gadget di masa pandemi membuat WINGS tergerak mengadakan kampanye Berkeringat Itu Asik!.
“Bermain fisik seringkali identik dengan keringat dan panas yang membuat pakaian anak menjadi bau dan basah akibat keringat. Tapi dengan melihat manfaatnya, sepertinya Papski dan Momski perlu mengenyahkan pandangan itu karena sekarang ada SoKlin Softener Complete Care sebagai support system para Momski,” terangnya.
SoKlin Softener Complete Care, pelembut pakaian yang memiliki formula anti bau yang melindungi selama 24 jam dan fast dry technology, membuat keringat di pakaian lebih cepat kering saat dipakai dan saat dijemur, pakaian tetap terjaga kelembutan dan wanginya sehingga akan tetap nyaman dan lembut.
Seimbangkan Bermain Gadget dan Aktivitas Fisik
Lalu, apa yang bisa orang tua lakukan agar anak aktif? Menurut dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes, mulailah lebih awal karena semakin muda atau dini usia anak, ia akan semakin terbiasa.
“Anak juga akan mencontoh orang tua yang melakukan aktivitas fisik, jadi Papski dan Mamski harus memberikan contoh pada anak,” tegasnya.
Dr. Rodman mengatakan jadwalkan aktivitas luar ruangan secara teratur dan pilih tempat yang nyaman seperti taman, lapangan, halaman.
“Orang tua perlu mengenalkan pada berbagai aktivitas fisik yang baru, beragam, dan menyenangkan. Terakhir, dengan cara positif, tentukan hari, jam, dan durasi anak boleh bermain gadget,” paparnya. (*)

