Kasus FS, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Turun Drastis

Kasus FS, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Turun Drastis

KOLAKA,UPEKS.co.id— Kasus tindak pidana yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (FS) mengakibatkan Indeks Kepercayaan Masyarakat (IKM) terhadap institusi Polri menurun drastis.

Sehingga perlu kerja keras untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kinerja institusi Polri.

Bacaan Lainnya

Demikian penegasan Presiden RI Joko Widodo dihadapan seluruh Perwira Tinggi (Pati), Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia di Jakarta baru-baru ini. 

Kapolres Kolaka, AKBP Resza Ramadianshah yang ditemui media ini, Senin (17/10/22) dikonfirmasi terkait hal itu. Melalui Kasubag Penmas Humas Polres Kolaka, Aipda Riswandi mewakili Kapolres Kolaka AKBP Resza menyampaikan beberapa hal  penegasan presiden Jokowi. 

Bahwa Presiden menyampaikan penghargaan dan apresiasi kinerja Polri dalam menangani pandemi Covid-19 sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat 5,44 % dan kepercayaan masyarakat kepada Polri juga meningkat dan sempat menduduki peringkat pertama Indeks Kepercayaan Masyarakat (IKM) dengan nilai 80,2 %. Namun semenjak terjadinya kasus Ferdy Sambo langsung drop menjadi 54,4 %. 

“Sehingga perlu kerja keras mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tegas Kapolres. 

Situasi dunia saat ini sedang mengalami krisis diperkirakan sebanyak 345 juta orang mengalami kekurangan pangan, 28 negara sedang antri sebagai pasien International Monetery Funds (IMF) dan 16 negara sudah menjadi pasien IMF.

Untuk itu, Polri utamanya para petinggi harus memiliki sense of crisis, hilangkan gaya hidup glamour, hedoni dan mewah seperti motor gede (moge), mobil mewah dan life style

“Saya ingatkan masalah gaya hidup anggota Polri, harus rem total dan ingat saat ini jaman media sosial (medos) sehingga harus hati-hati masalah sensitif dengan masyarakat karena kecemburuan sosial,” tegasnya.

Terkait keluhan masyarakat terhadap kinerja Polri, presiden membeberkan seperti pungli dengan persentase 29,7 %, tindakan sewenang-wenang dengan persentase 22,5%, suka mencari-cari kesalahan sebesar 19,2%, hidup mewah dengan persentase 12,1% dan lain-lainnya sebesar 8,7%.

“Jangan sampai rasa aman dan nyaman masyarakat jadi hilang, segera lakukan langkah-langkah perubahan,” ujarnya.

Selanjutnya presiden juga berpesan kepada jajaran Polri agar tetap menjaga soliditas internal dan sinergitas dengan jajaran TNI dan eksternal lainnya.

“Tahun depan tahun politik, harus ada kepekaan posisi politik,” pesan Jokowi dikutif Kapolres Resza. 

Dalam hal kesamaan visi kata Resza bahwa presiden juga menyampaikan agar kebijakan organisasi jangan gamang, ragu-ragu atau malah cari selamat, dalam Gakkum, harus tegas terukur sesuai prosedur berdasarkan undang-undang, sesuai SOP dan lain-lain. 

“Jangan mengesankan negara atau Polri lemah dimata masyarakat, jabarkan Presisi secara jelas dan simpel agar mudah dipahami personel,” ujarnya

Dalam hal penegakkan hukum, kata Resza, bahwa presiden juga menegaskan agar jangan sampai pemerintah diangggap lemah dalam membasmi seperti judi online, tindak tegas kejahatan Narkoba, dan pahami gejala dan perkembangan media, meskipun kecil harus ditangani dengan baik, serta menyampaikan gaya komunikasi publik yang lebih baik

Kerjasama dengan pemerintah harus di tingkatkan terkait permasalahan krisis ekonomi, harga pangan dan inflasi. 

“Ingatkan kepala daerah jika ada kenaikan harga terkait bahan pokok,” papar Resza, yang juga mantan Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Tertentu/Dittipidter Bareskrim Polri. (pil)