Sekelompok masyarakat mengatas namakan komunitas penikmat kopi Boboho secara spontan melakukan pengumpulan dana secara swadaya untuk membeli material pasir batu (sirtu) beberapa kendaraan truk. Material sirtu tersebut dimanfaatkan menimbun jalan sekira 50 meter panjangnya secara khusus jalan masuk pasar ikan di Jl Dermaga Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra).
Laporan : Philips Nazareth
Komunitas penikmat kopi Boboho dimotori oleh H Jumas Didung juga selaku penginisiator menggerakkan rekan-rekannya mengumpulkan dana untuk membeli material pasir batu(sirtu), digunakan menimbun jalanan rusak parah khususnya depan masuk pasar ikan Jalan Dermaga.
Jalan Dermaga panjangnya sekira 500 meter dan lebar sekira 30 meter merupakan akses lalu lintas jalan paling ramai setiap hari, karena jalan ini merupakan wajah Kota Kolaka dari arah pelabuhan kapal Fiber dan arah sebelah kiri menuju kantor Depot Pertamina jalan poros menuju Kolaka Utara. Aktifitas masyarakat di Jalan Dermaga selain karena merupakan perkampungan nelayan, kompleks pasar ikan dan jalan menuju pelabuhan kapal Ferry.
Meskipun jalan Dermaga cukup luas dan panjang namun sebagaian besar jalan tersebut rusak parah berlubang sampai kedalaman 25 sampai 35 cm. Sehingga bila hujan turun maka lubang-lubang jalan tersebut tergenang oleh air, mengakibatkan seringnya pengendara roda empat saat menginjak lubang mengakibatkan banper mobil mengalami kerusakan.
Jalan Dermaga sebagian besar mengalami rusak parah mulai dari depan pintu masuk pasar penjual ikan sampai ujung jalan masuk ke pelabuhan fiber. Kondisi jalan rusak parah ini mengundang rasa empati dari komunitas penikmat kopi Boboho dimotori oleh H Jumas Didung bagaimana bisa membantu masyarakat khsusnya jalan yang masuk ke pasar ikan bisa dibenahi dengan cara menimbun memakai material sirtu sehingga menjadi rata, agar lalulintas masuk kepasar ikan menjadi lancar.
“Kami bersama rekan-rekan dengan swadaya membeli material sirtu sebanyak tiga truk menimbun jalan masuk pasar ikan sekira 35 meter. Setidak jalan berlubang itu menjadi rata dan bisa lancar ketika warga masuk berbelanja di pasar ikan. Disini kami tidak punya kepentingan, tetapi hanya peduli dengan kondisi apa yang dialami oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Amir Mide salah seorang pedagang ikan di pasar tersebut sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh komunitas penikmat kopi Boboho dengan sukarela mau memperbaiki jalan rusak depan kompleks pasar ikan dengan memakai uang sendiri.
“Kami prihatin hampir setiap hari orang yang jatuh saat mau masuk di pasar, akibat jalan yang berlubang dan licin. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak mengatas namakan komunitad penikmat kopi Boboho sudah mau berkorban memperbaiki jalan masuk pasar ikan,” kata Amir.
Menurut Amir, bahwa kerusakan jalan ini seharusnya merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memperbaikinya. Namun sayangnya kondisi jalan tersebut rusak parah, sampai saat ini pemerintah belum melakukan perbaikan.
“Semoga niat tulus dari komunitas kopi Boboho selalu di rahmati oleh Allah SWT dan diberikan kesehatan selalu,” pungkas Amir.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Kolaka Arifin Jamal dikonfirmasi media ini lalu terkait perbaikan jalan Dermaga rusak parah, mengatakan bahwa anggaran jalan tersebut sudah ada.
“Anggaran jalan tersebut sudah ada, dan Insyah Allah tahun 2022 bisa dilaksanakan perbaikannya,” ungkapnya.(***)

