Makassar, Upeks.co.id- Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Primaya, Makassar. Kunjungannya tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan implementasi antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN teklah berjalan dan dimanfaatkan dengan baik oleh peserta JKN.
Edwin menjelaskan, demi meningkatkan kepuasan peserta dan optimalisasi pelayanan di fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai macam inovasi demi mengakomodir berbagai kebutuhan peserta saat mengakses layanan di seluruh fasilitas kesehatan. Salah satunya dengan layanan antrean online yang terintegrasi pada Aplikasi Mobile JKN.
“Diharapkan melalui inovasi layanan digitalisasi pada antrean online ini akan semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan Program JKN. Cukup melalui selulernya agar waktu tunggu menjadi singkat, serta daya aksesnya menjadi lebih luas,” ungkap Edwin, Kamis (16/06).
Edwin menambahkan, melalui transformasi digital yang dilakukan, optimalisasi pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Bukan hanya itu, saat ini BPJS Kesehatan juga terus menyempurnakan Aplikasi Mobile JKN untuk membuka akses bagi peserta yang ingin mendapatkan pelayanan.
Menurutnya, Aplikasi Mobile JKN saat ini sudah bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk melakukan pendaftaran pelayanan di fasilitas kesehatan melalui smartphone, pasien atau keluarga pasien dapat mengambil antrean online dimana saja dan datang mendekati jam layanan.
“Dengan demikian peserta akan lebih nyaman dalam memperoleh layanan kesehatan. Hal ini juga bermanfaat bagi fasilitas kesehatan karena mengurangi penumpukan peserta di ruang tunggu fasilitas kesehatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Primaya, Merry Monica menjelaskan, implementasi sistem antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Primaya telah memberikan manfaat baik dari sisi pasien dan keluarga maupun dari rumah sakit.
“Dari sisi pasien dan keluarga pasien, kemudahan itu dalam hal dapat melakukan appointment langsung dari mana saja tanpa harus antre di rumah sakit dan pasien dapat memilih slot waktu pelayanan sesuai jadwal praktek dokter yang akan dituju serta kepastian waktu pelayanan di rumah sakit,” ungkapnya.
Selanjutnya, dari sisi rumah sakit, integrasi sistem antrean online tersebut membantu rumah sakit dalam melakukan efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM), memperingkas administrasi dan memberi kemudahan manajemen dalam melakukan pemantauan terhadap patient journey untuk evaluasi peningkatan mutu pelayanan kedepannya. (Ti)

