Banjir di Malunda, Enam Rumah Hanyut dan 513 Rumah Terendam

Banjir di Malunda, Enam Rumah Hanyut dan 513 Rumah Terendam

MAJENE,UPEKS.co.id– Sedikitnya enam rumah hanyut dan 513 rumah terendam banjir yang melanda kelurahan Malunda dan beberapa desa lainnya di kecamatan Malunda, Kamis (26/5/2022).

Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Majene, terdapat beberapa lokasi yang terdampak banjir di kecamatan Malunda, yakni desa Maliaya, desa Mekkatta, desa Lombong, desa Bambangan, desa Kayu Agnin dan kelurahan Malunda.

Bacaan Lainnya

“Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama pada Kamis 26 Mei 2022, terjadi sekitar 15.30 sampai 20.00, mengakibatkan air meningkat di sungai Deking yang menyebabkan banjir semakin parah, beruntung tidak ada korban jiwa, namun sediknya enam rumah hanyut, 513 rumah terendam banjir dan puluhan ternak hanyut,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sirajuddin.

Sirajuddin mengatakan, atas kejadian tersebut BPBD kabupaten Majene telah berkoordinasi dengan kecamatan, desa, kelurahan dan pihak instansi terkait.

“Malam itu juga kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk melakukan evakuasi warga,” terangnya.

Sementara itu, wakil bupati Majene Arismunandar ditemui di lokasi yang terdampak banjir mengatakan, Kedatangannya ke lokasi ini untuk membantu dan memantau proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

“Kedatangan kami bersama beberapa instansi terkait ini untuk melihat langsung kondisi wilayah yang terdampak banjir. Alhamdulillah untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada, sementara untuk kerugian matera kami masih menunggu laporan dari desa-desa yang terdampak,” sebut Arismunandar.

Aris juga menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dan selalu siap siaga dengan segala kemungkinan, apalagi dengan kondisi cuaca sekarang ini masih buruk.

“Kepada warga kami menghimbau agar tetap waspaada dan selalu mendengar imbauan dari pak camat, babinsa, babhinkantibmas maupun petugas desa, sambil menunggu update dari BMKG,” pungkasnya. (Ali)