MAKASSAR, UPEKS.co.id— Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) menyelenggarakan Pelatihan & Fellowship “Pers dan Komunikasi Risiko dalam Krisis Kesehatan”.
Pelatihan ini sudah berjalan sejak 28 Maret lalu dan akan berakhir pada 24 Juni 2022. Ada 25 peserta yang lolos mengikuti pelatihan ini. 25 peserta itu adalah jurnalis media cetak, online, dan elektronik yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Saat ini, pelatihan dan fellowship tersebut sudah sampai di tahap mentoring proposal liputan peserta setelah menjalani 8 sesi pelatihan.
Ketua Umum AJI Sasmito dalam sambutannya pada sesi orientasi pelatihan menekankan pentingnya komunikasi risiko dalam penanganan bencana, tarmasuk dalam penanganan Covid-19. Karena komunikasi yang buruk dapat membahayakan warga.
“Waktu pertama kali Covid-19 ada istilah lockdown, lalu diubah lagi oleh pemerintah menjadi PSBB, lalu berubah lagi PPKM Mikro, bahkan untuk kita jurnalis susah membedakan istilah itu. Istilah yang menyulitkan warga untuk memahami komunikasi pemerintah,” ujarnya.
Dalam situasi seperti itu, kata Sasmito, peran jurnalis dangan dibutuhkan masyarakat untuk memudahkan masyarakat memahami hal-hal terkait pandemi.
Sementara perwakilan AIHSP Citra Lestari berterimakasih pada AJI yang mau bekerja sama menggelar pelatihan dan fellowship tentang komunikasi risiko.
“Mudah-mudahan kersajama ini bisa panjang tidak hanya komunikasi risiko saja tapi bisa berlanjut terus sampai 2025,” ujarnya. (jir)

