Matching Fund Kadeireka Sinergikan Pendidikan Tinggi Dengan Dunia Industri

Matching Fund Kadeireka Sinergikan Pendidikan Tinggi Dengan Dunia Industri

 

Penulis: Miisbahuddin

Bacaan Lainnya

(Dosen STIE AMKOP Makassar)

 

Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri.

Dengan alokasi dana sebesar total Rp1 triliun, Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan Matching Fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi

Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri.

Dengan alokasi dana sebesar total Rp1 triliun, Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan Matching Fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi.

Dalam upaya melakukan proses transformasi pendidikan tinggi baik Perguruan Tinggi akademik maupun Perguruan Tinggi Vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung daya saing ekonomi bangsa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Matching Fund Pendidikan Tinggi sejak Tahun 2021 yang topang dengan PermendikbudDikti nomor 3 tahun 2020..

Matching Fund adalah program pendanaan Kemendikbudristek yang merupakan program penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk secara bersama-sama membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang dilakukan melalui platform Kedaireka.

Matching Fund ini adalah penerjemahan lanjut dari kebijakan link and match. Adapun link and match ini mengajak industri maju ke depan untuk masak bersama, mulai dari menyusun kurikulum, mengajar, melakukan project based learning (OBE), menyiapkan magang dari awal, merancang sertifikat kompetensi, men-training dosen-dosen, mentor – mentor dan guru-guru mengenai perkembangan industri, dan melakukan riset terapan yang bermula dari problem atau kesempatan di dunia kerja dan dunia industri untuk dijadikan produk yang wujudnya dihilirkan ke pasar atau masyarakat maupun untuk tujuan ekspor.

Menurut Penulis Itu semua ada dalam satu skema teaching factory berbasis riset terapan, Program link and match ini secara garis besar mempertemukan pendidikan tinggi sebagai pusat riset dengan DUDI sebagai pemilik modal dan juga pembentuk lapangan pekerjaan. Sinergi yang dijalankan adalah kerja sama saling menguntungkan, dengan tujuan akhir adalah produk atau jasa yang bisa dijual atau digunakan oleh pasar atau masyarakat.

Oleh karena itu, program Matching Fund hadir untuk secara spesifik memperkuat teaching factory dan riset terapan ini. Keikutsertaan dunia usaha dan dunia industri dalam riset terapan ini kita support dengan Matching Fund, mulai dari 1 banding 1 hingga 1 banding 2, atau 1 banding 3. Artinya adalah setiap industri yang masuk dengan anggaran x rupiah untuk melakukan riset terapan bersama atau mendukung link and match di perguruan tinggi vokasi, maka kami akan berikan dana padanan atau matching fund sebesar x rupiah hingga maksimum 3x rupiah.

Kolaborasi pendidikan tinggi dan DUDI dalam teaching factory ini tidak hanya berdampak kepada dosen-dosen, sebagai model pengajaran, pendamping lapangan tapi juga berdampak langsung kepada mahasiswa. Pasalnya, mahasiswa dapat melakukan praktik langsung dan bersinggungan dengan dunia nyata.

“Dengan Program ini menargetkan belasan ribu mahasiswa dapat terlibat dalam teaching factory itu. Sehingga akan membentuk mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam hard skill, tapi juga soft skill, leadership, karakter, serta memiliki jiwa kewirausahawan.

Program ini mendorong seluruh perguruan tinggi baik vokasi maupun perguruan tinggi akademik untuk memasukkan teaching factory ini ke dalam kurikulum, bukan hanya bersifat sementara atau hanya proyek (proyek based) untuk mendapatkan anggaran, agar program ini bisa sustain dan berkelanjutan dan tentunya akan berdampak nyata bagi mahasiswa.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan Matching Fund Kedaireka menjadi wadah akselarasi link and match selain memberikan dampak positif kepada akademisi dan mahasiswa, juga akan berdampak bagus bagi dunia usaha dan dunia industri. Pasalnya, dunia usaha dan dunia industri akan mendapatkan SDM yang kompeten, unggul, berdaya saing tinggi, dan tentunya sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, dengan adanya riset terapan yang dilakukan oleh perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri akan mendapatkan produk yang tepat guna dan dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat karena telah melalui riset yang mendalam dari para akademisi.(**)