Jeneponto, upeks.co.id – Sejak pandemi Covid-19, masyarakat dihadapkan dengan berbagai pola aktivitas baru. Kegiatan yang biasanya bersifat tatap muka dibatasi guna menekan penyebaran virus corona dan dialihkan menjadi kegiatan non tatap muka. Hal ini membuat kebutuhan akses secara online semakin meningkat.
Melihat kondisi ini, dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta khususnya pelayanan administrasi baik pendaftaran peserta maupun pelayanan lainnya, BPJS Kesehatan pun mengembangkan Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA).
“Dengan PANDAWA, peserta tidak perlu ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang, cukup mengirimkan pesan ke nomor layanan 08114481808 melalui aplikasi Whatsapp, permintaan peserta akan segera direspon oleh petugas BPJS Kesehatan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Muhammad Ihsan, Jumat (30/07).
PANDAWA telah dimanfaatkan oleh banyak peserta JKN-KIS. Nurcaya (31) salah satunya. Wanita yang berdomisili di Kabupaten Jeneponto ini telah menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI APBN sejak tahun 2009 sampai sekarang. Ia bercerita bahwa dirinya sempat kebingungan karena harus pindah fasilitas kesehatan ketika tinggal beberapa bulan di kota Kendari mengunjungi keluarganya. Karena harus mengubah fasilitas kesehatan sesuai arahan petugas Puskesmas, ia memanfaatkan PANDAWA.
“Anak saya sakit, sehingga harus beberapa kali ke Puskesmas di Kendari. Untuk orang seperti saya, lebih familiar menggunakan chating, jadi untuk perubahan faskes saya lebih memilih PANDAWA. Petugas BPJS Kesehatan yang merespon chat saya pun sangat cepat, semudah dan secepat itulah PANDAWA,” ungkapnya.
Ia mengakui dengan layanan PANDAWA, peserta JKN-KIS yang berdomisili di pedesaan yang jauh dan sulit ke kota, dapat memanfaatkan fitur dari BPJS Kesehatan ini karena cukup mudah untuk diakses.
“Sebenarnya tidak hanya di kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemanfaatan PANDAWA selama ini digunakan pula oleh peserta yang berdomisili di pedesaan yang jauh dan dengan medan yang sulit untuk ke kota, para pekerja yang terkendala waktu untuk mengakses layanan peserta di waktu kerjanya. Apalagi pengaplikasiannya pun sangat mudah dan semua masyarakat sudah cukup familiar mengirimkan chat/pesan di Whatsapp,” tutur Nurcaya.

