MAKASSAR.UPEKS.co.id—Menyikapi perkembangan Virus Corona yang sudah menyebar di Indonesia, Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Rapat Senat Universitas 16 Maret 2020.
Tujuannya mengambil langkah-langkah strategis yang dituangkan dalam surat instruksi Rektor Nomor: 070/F.01/UMI/III/2020 tentang tindakan penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19).
Surat instruksi ini selain memperhatikan hasil rapat Pimpinan UMI, hari ini juga Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 3 Tahun 2020 tanggal 9 Maret 2020, Surat Edaran Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 35492/ A.A5/HK/2020 tentang Pencegahan Coronavirus Diseases-19 tanggal 12 Maret 2020.
Selain itu, Protokol Kesehatan WHO tanggal 6 Maret 2020 dan Surat Edaran Rektor UMI Nomor: 0576/F.01/UMI/III/2020.
Hal tersebut dikemukakan, Rektor UMI, Prof. Dr. H Basri Modding kepada puluhan wartawan di Menara UMI lt 9, Senin (16/3).
Saat memberi keterangan rektor didampingi, para Wakil Rektor, Masing-masing, Dr. IR. H. Hanafi Ashad,MT., (WR I) Prof.Dr. H Salim Basalamah (WR II), Prof.Dr. H. La Ode Husen, SH.,MH (WR III) Dr. KH Zain Irwanto, MA.(WR IV) , Prof.Dr. Ir. H. Hatta Fattah,MS (WR V)
Surat Instruksi Rektor tersebut mencakup protokol Universitas dalam penanggulanagn penyebaran COVID-19.
Diantaranya meliburkan mahasiswa dan dosen dalam menjalankan pembelajaran tatap muka di kampus. Selanjujtnya diganti dengan pelaksanakan melalui kuliah dalam jaringan (daring) atau lebih dikenal dengan kuliah online. Itu berlaku mulai besok, 17 Maret hingga 5 April 2020.
“Jadi, hanya kegiatan perkuliahan dengan tatap muka di kampus ditiadakan. Tugas terstruktur, dan tugas mandiri pada semua jenjang pendidikan (Diploma, S1, S2, S3) tetap berjalan dengan dilaksanakan e-learning, baik dalam bentuk Vi-learning, Mailing List, WA Group, Line, Skype, atau sejenisnya.
Terhadap mahasiswa dalam penyelesaian tugas praktikum dan atau tugas tertentu yang harus segera diselesaikan. Mereka diberi kesempatan penyelesaian hingga Sabtu, 21 Maret 2020 dengan memenuhi Protokol WHO dan Protokol UMI tentang Penanggulangan Krisis Corona.
Selama pelaksanaan Instruksi Rektor ini berlaku, seluruh dosen, tenaga kependidikan atau pegawai tetap masuk kampus. Diharapkan mahasiswa untuk taat dan patuh agar tetap berada di rumah masing-masing atau rumah orang tua/keluarga.
Setelah pemberlakuan Instruksi Rektor ini berakhir, maka yang bersangkutan tersebut WAJIB memeriksakan diri kembali pada Posko Kesehatan yang tersedia sesuai jadwal pada masing-masing fakultas.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini di depan puluhan wartawan menambahkan, semua kegiatan yang melibatkan banyak orang, ditunda pelaksanaannya sampai waktu yang tidak ditentukan termasuk pengukuhan guru besar UMI ditunda dan pelaksnaan tennis meja antar mahasiswa TK. Nasional.
Ketika ditanya tentang mahasiswa UMI yang sementara mengikuti program Pencerahan qalbu di Pesantren Padanglampe, Prof.Basri, menyampaikan, InsyaAllah, besok 17 Maret 2020, semuanya akan ditarik kembali.
Sebelum meninggalkan Pesantren Padnaglampe, mereka akan mengikuti pemeriksaan oleh tim Kesehatan Terpadu yang dibawah koordinasi Fak. Kedokteran UMI.
Ditegaskannya, di setiap Fakultas akan hadir Posko Tim Kesehatan Terpadu UMI, terdiri atas Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Farmasi UMI.
Tujuannya memberikan bantuan pelayanan kesehatan, menyiapkan alat deteksi suhu tubuh (thermo gun) khususnya tempat-tempat yang ramai dikunjungi, menara, masjid, perpustakaan dan penyemprotan zat disinfektan dan pengosongan sekretariat UKM.
Rektor UMI yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini mengajak seluruh civitas akademika UMI, senantiasa meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT serta melakukan zikir dan doa untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan, bangsa dan Negara agar krisis Covid 19 dapat berakhir dalam waktu yang singkat dan
tidak menimbulkan korban lebih banyak.
Selain itu. Senantiasa menjaga kesehatan, hidup bersih dan meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan, selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh, harap Basri Modding. (rls).




