
ENREKANG,UPEKS.co.id — Akibat Hujan deras yang cukup lama menyebabkan terjadinya bencana longsor di
Desa Ranga, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Sekretaris BPBD Kabupaten Enrekang, Lukman Dering
mengatakan, longsor terjadi senin malam (2/3/20) sekitar pukul 23.00 Wita.
Akibatnya tanah dan bebatuan yang jatuh dari tebing jalan menutupi badan jalan sepanjang 50 meter dan tinggi 1 meter. Padahal jalan ini adalah akses satu – satunya bagi masyarakat dari Desa Ranga kedesa Kaluppini dan desa Ranga ke Kelurahan Lewaja.
Kondisi tersebut menyebabkan akses lalu lintas lumpuh beberapa jam karena tak dapat dilalui kendaraan roda dua terlebih roda empat. Anak – anak sekolah terpaksa harus membuka sedikit jalan dengan bergotong royong agar bisa menuju sekolahnya meski dengan pakaian penuh lumpur.
” Penyebab longsor adalah curah hujan yang tinggi dan terdapat aliran sungai kecil di sekitar tebing jalan yang mengikis bebatuan sehingga ikut terbawa longsoran ke badan jalan. Akibatnya akses dari Desa Ranga ke Kelurahan Lewaja lumpuh tertimbun longsor dan tidak bisa di lalui kedaraaadaqfqqaman karena jauh dari lokasi
kejadian”. Kata Lukman.
Bupati Enrekang H. Muslimin Bando didampingi Kades Ranga mengunjungi lokasi bencana dan menginstruksikan kepada Dinas terkait untuk segera membersihkan badan jalan dari batu dan tanah. Bahkan dalam kondisi hujan deras Bupati tetap berada dilokasi longsor hingga akses jalan bisa terbuka kembali.
” Karena jalan ini adalah akses satu satunya bagi masyarakat makanya saya minta untuk secepatnya dilakukan pembersihan dan In Shaa Allah sudah bisa dilalui masyarakat lagi,” kata MB.
Dengan banyaknya bencana yang terjadi dan begitu banyaknya titik rawan bencana longsor Bupati mengimbau masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dengan tidak merusak alam apalagi menebang pohon sembarangan.
” Longsong ini akibat hujan deras semalam. Na kalau kita pelihara lingkungan kita dengan tidak menebang pohon sembarangan ini kemungkinan tidak akan terjadi karena masih ada akar yang menahan luapan dan dorongan air hujan. Tapi karena tidak ada lagi yang bisa menahan inilah yang terjadi”. Pungkasnya. ( Sry ).




