MAJENE, UPEKS.co.id—Warga perumahan Lutang, Kelurahan Tande Timur, mengeluhkan keberadaan truk
pengangkut material galian C yang setiap hari lalulalang dengan bebas tanpa penutup.
Indra, salah seorang warga perumahan Lutang menilai, truk bermuatan material galian C, berupa tanah urug tanpa penutup itu sangat berbahaya, apalagi hampir semua truk yang lalulalang sangat kencang tanpa memikirkan
anak-anak yang sedang bermain dipinggir jalan.
“Material yang diangkut debunya beterbangan, makanya kami merasa sangat terganggu, apalagi truknya kencang, apalagi pada saat jam sekolah, banyak anak-anak yang sedang bermain, bahkan kalau truk lewat sangat terasa getarannya,”keluh Indra, Sabtu (24/8).
Dia berharap intansi terakit, baik dari pihak kepolisian, maupun dari Dinas Lingkungan Hidup agar memberi
peringatan kepada truk-truk pengakut tanah tersebut. Jika truk tersebut tidak bisa melewati rute lain, setidaknya
pengembang atau pemilik truk dapat menutup bak truknya saat membawa tanah.
“Kalau ditutup baknya kan bisa mengurangi debunya, kemudian laju truknya juga harus dikurangi. Tapi ini tidak.
Seharusnya polisi harus bertindak, kemudian pihak Dinas Lingkungan Hidup juga harus pemantau aktivitasnya,
agar dampak yang ditimbuklkan pengembang tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dengan adanya aktifitas Truk pengangkut tanah tersebut warga juga meminta kepada pihak terkait untuk segera
melakukan langkah nyata,”Agar melakukan pencegahan sehingga kondisi jalan yang sudah bagus tidak cepat
mengalami kerusakan,”pungkasnya. (Ali)




