MAJENE, UPEKS.co.id —Sebuah kapal cargo, KM Rik nomor 02, kandas di perairan tanjung Rangas, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, setelah terseret gelombang tinggi, Kamis (212/8) dini hari.
Hingga siang, kapal yang tidak bermuatan itu masih terjebak dalam perangkap pasir dan karang. Kuat dugaan, sebelumnya kapal tersebut mengalami gangguan mesin sehingga mudah terseret angin dan arus air ke perairan dangkal. Padahal, perairan dangkal itu penuh pasir dan batu karang.
Kapal yang dinahkodai Tri Tirana Putra dengan 13 Anak Buah Kapal (ABK) itu, hingga kini masih kandas di atas pasir dan batu karang, dan terus menjadi tontonan warga sekitar pantai Rangas.
Salah satu petugas Syahbandar, Ilham mengatakan, kapal itu rencana akan segera ditarik, kalau cuaca sudah mulai membaik,”Kita lihat dulu cuaca,dan juga kita harus melihat dulu kondisi mesin kapal, kalau memang sudah memungkinkan, ya kita usahakan ditarik menggunakan tuugboad,” ujar Ilham.
Sementara menurut salah satu ABK Kapal, beranama Wira, kapal tersebut berangkat dari Donggal pada hari Senin (20/8) lalu dengan tujuan Pangkep Sulawesi Selatan, namun setelah diperairan Rangas mesin mengalami gangguan.
“Pas di perairan Rangas, kapal terseret ombak dan angin, akhirnya kandas di karang, padahal rencana kami mau
menepi di pelabuhan Passarang, bahkan kami juga sempat menghubungi Syahbandar, untuk minta petunjuk,”terang Wira.
Namun untuk penyebab kandas kata Wira, awalnya diduga mengalami bocor, ternyata bukan. Tetapi karena cuaca
buruk, dan saat hendak menepi di perairan Rangas kapal membentur karang.
“Alhamdulillah, kapal yang berkapasitas 1.200 ton itu, tidak ada kerusakan dan semua awak selamat, seandainya
mesih tidak rusak, mungkin tadi subuh kami sudah ada di Pangkep, tak lupa juga kami menyampaikan terima kasih
kepada pak Lurah dan warga disini yang sudah membantu kami,”katanya.
Pantauan di lokasi, empat orang ABK kapal yang berasal dari Makassar, Selayar dan Maluku itu, hari ini juga mereka akan pulang ke tempat asalnya masing-masing, sambil menunggu cuaca membaik, sementara nahkoda bersama tujuh ABK masih tetap berada di Kapal. (Ali)




