Retak, Warga Sorot Kualitas Jalan Rabat Beton ke Gunung Ponglumbaja

Retak, Warga Sorot Kualitas Jalan Rabat Beton ke Gunung Ponglumbaja

LUTRA.UPEKS.co.id—Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Ponglumbaja ke gunung tempat kebun warga  desa Kampung Baru Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) diduga tak sesuai bestek  maupun Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Desa (RABPDes).

Bacaan Lainnya

Ini terlihat dari kualitas pekerjaan pembangunan jalan rabat beton yang baru selesai 8 hari dikerjakan.

Hal itu dikatakan masyarakat Kampung Baru, Marthen Mangase pada media ini, Senin(12/8/2019) sore, pekerjaan
rabat beton tahun 2018 lalu menuai juga sorotan warga yang sebagai pengawas proyek, jalanan ke gunung yang  dirabat beton.

“Diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan RAB. Akibatnya, akan menimbulkan keretakan
pada bagian tengahnya, karena hanya dihambur kerikilnya dan pasir lalu disiram dan ditaburi semen dan disiram
air seperti membuat batako.” tuturnya.

Kami bersyukur dengan pembangunan jalan ke gunung itu tempat kebun masyarakat, namun warga kecewa  dengan hasil pembangunan yang baru 8 hari itu sudah terjadi tanda-tanda kerusakan.

“Padahal jalan itu kan jalan produksi tani kakao dan durian. Seharusnya jalan itu bisa untuk angkutan hasil  pertanian, tetapi kami kecewa, karena belum dilalui saja sudah seperti itu kondisinya,” sebutnya, Senin (12/8/2019) sore.

Diketahui pembangunan jalan rabat beton ke gunung menelan biaya Dana Desa tahun 2018 lalu sebesar Rp
45.561.000,’ dengan volume 0,15 M X 1,5 M X 150 M dan tahun 2019 ditambah lagi rabat beton yang dikerjakan
masyarakat dusun Ponglumbaja.

“Sebagai warga mengharapkan pembangunan jalan rabat beton harusnya benar-benar dikerjakan sesuai dengan
bestek dan RAB. Kami menduga pekerjaannya asal jadi, pasalnya belum dilalui kendaraan saja sudah ada tanda
yang retak,” imbuhnya.

Pasalnya selama proses pembangunan itu, warga di lapangan melihat penggunaan untuk campuran batu kerikil
sangat minim tidak sesuai dengan panjangnya pekerjaan.

Mereka juga meminta pihak Pemkab Lutra melalui Inspektorat maupun instansi terkait melakukan investigasi ke
lokasi pembangunan jalan rabat beton tersebut.

“Ini agar kami sebagai warga bisa mengetahui pekerjaan yang sebenarnya, bukan seperti ini dan seolah-olah ada
ditutupi masyarakat dan Tim Pengelolah Kegiatan(TPK) desa Kampung Baru,” tegas Marthen Mangase.(yustus)

Pos terkait