Kolaborasi Jadi Kunci, HIPMI Properti Sulsel Bidik Pertumbuhan Bisnis

Kolaborasi Jadi Kunci, HIPMI Properti Sulsel Bidik Pertumbuhan Bisnis

MAKASSAR,UPEKS.co.id– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Properti Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya membangun ekosistem bisnis properti yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026).

Mengusung tema “Berkolaborasi Bertumbuh Membangun Ekosistem Properti yang Berdaya Saing”, forum tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus menyusun arah program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku industri properti di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Ketua HIPMI Properti Sulsel, Afsalur Rahman mengatakan, organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah yang menyatukan seluruh mata rantai industri properti, bukan hanya kalangan pengembang perumahan.

Menurutnya, ekosistem properti mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari konsultan perizinan, kontraktor dan subkontraktor, agen pemasaran properti, distributor bahan bangunan hingga berbagai bidang usaha pendukung lainnya.

“Kalau seluruh pelaku dalam ekosistem ini bersatu, tentu pertumbuhan industri properti akan jauh lebih baik dibandingkan jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Afsalur mengungkapkan, HIPMI Properti Sulsel merupakan organisasi HIPMI sektor properti pertama yang terbentuk di Indonesia. Karena itu, ia berharap organisasi ini mampu menjadi model pengembangan bisnis properti yang dapat direplikasi di daerah lain.

Ia mengakui sejumlah agenda telah mulai dijalankan sebelum Rakerda digelar. Namun, melalui forum tersebut seluruh program akan disusun lebih terarah agar implementasinya semakin efektif.

Menurut Afsalur, bisnis properti merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek besar, namun juga memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga membutuhkan pengelolaan yang matang.

“Bisnis properti memang terlihat mudah dimulai, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Modal yang dibutuhkan besar sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati,” katanya.

Karena itu, salah satu fokus HIPMI Properti Sulsel ke depan adalah memperkuat kapasitas anggotanya melalui berbagai program edukasi dan pelatihan.

Organisasi tersebut berencana menghadirkan pelatih dan praktisi properti yang telah sukses untuk membagikan pengalaman sekaligus memberikan pendampingan kepada anggota, termasuk bagi pelaku usaha yang mengalami perlambatan penjualan.

Selain itu, HIPMI Properti Sulsel juga akan membuka ruang berbagi pengalaman antarpengusaha agar persoalan yang dihadapi masing-masing anggota dapat dicarikan solusi secara bersama.

Afsalur menilai budaya kolaborasi menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika industri properti yang terus berkembang.

“Organisasi ini harus menjadi tempat kita saling terkoneksi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan saling berbagi informasi dan saling mempromosikan usaha, kita bisa tumbuh bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa industri properti memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian.

Sedikitnya terdapat 103 bidang usaha yang berkaitan langsung dengan sektor properti, mulai dari industri bahan bangunan, jasa transportasi, tenaga konstruksi, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

Menurutnya, setiap pembangunan proyek perumahan tidak hanya menggerakkan bisnis developer, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan tenaga kerja di berbagai sektor.

“Mulai dari distributor bahan bangunan, sopir angkutan, pekerja konstruksi, hingga industri semen semuanya ikut bergerak ketika sektor properti tumbuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Amran Sulaiman mendorong HIPMI Properti menyusun program kerja yang realistis, sederhana, namun memiliki manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.

Ia menilai keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya agenda yang dirancang, melainkan sejauh mana program tersebut dapat diwujudkan.

“Silakan membuat program yang realistis. Walaupun kecil, kalau bisa dijalankan dan memberi manfaat kepada anggota maupun masyarakat tentu jauh lebih baik daripada program besar tetapi tidak terlaksana,” katanya.

Amar juga mendorong penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dalam ekosistem properti, mulai dari developer, agen pemasaran, konsultan, distributor bahan bangunan hingga sektor pendukung lainnya.

Menurutnya, HIPMI Properti harus menjadi ruang berhimpun bagi para pengusaha untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring bisnis.

Ia berharap organisasi tersebut mampu melahirkan warisan atau legacy yang memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan industri properti di Sulawesi Selatan.

“Saya ingin melihat HIPMI memiliki legacy ke depan. Jangan hanya menjadi tempat berhimpun atau sekadar gaya-gayaan, tetapi benar-benar melahirkan program yang bermanfaat dan mampu memperkuat dunia usaha,” tegas Amar.

Melalui Rakerda ini, HIPMI Properti Sulsel menargetkan lahirnya sejumlah program strategis yang dapat memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang lebih erat di seluruh rantai pasok industri, organisasi tersebut optimistis sektor properti akan terus berkembang dan memberikan efek berganda bagi perekonomian Sulawesi Selatan. (***)