BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng, di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menandai dimulainya pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi bagian dari paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi di Sulsel.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Astina Abbas, para kepala desa, serta masyarakat setempat.
Andi Sudirman menjelaskan, rehabilitasi DI Bontonyeleng merupakan bagian dari paket 1 MYP yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah memulai pembangunan paket 4 MYP Irigasi di Kabupaten Luwu Utara, yang mencakup wilayah Regional Luwu dan Toraja, serta Paket 2 MYP Irigasi yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo.
Khusus di Bulukumba, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni DI Bontonyeleng, DI Bettu, dan DI Bongki-Bongki.
Menurut Andi Sudirman, rehabilitasi tersebut sangat penting mengingat selama ini terdapat sejumlah titik kebocoran pada saluran utama yang menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian belum berjalan optimal.
“Dengan rehabilitasi ini, distribusi air akan menjadi lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Ia menambahkan, kapasitas layanan irigasi dari proyek tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 65% dan mampu mengoptimalkan pengairan bagi sekitar 1.200 hektare lahan pertanian.
Andi Sudirman juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap dan ikut menjaga infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian serta memperkuat fondasi pembangunan sektor pertanian di daerah.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur yang baik akan menjadi penopang utama peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Andi Sudirman. (eky)




