MAN IC Gowa Dominasi FLS3N Tingkat Kabupaten, Panen Juara di Berbagai Cabang Seni dan Sastra

MAN IC Gowa Dominasi FLS3N Tingkat Kabupaten, Panen Juara di Berbagai Cabang Seni dan Sastra

GOWA, UPEKS–Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh MAN Insan Cendekia Gowa dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Gowa tahun 2026. Madrasah berbasis keunggulan akademik dan karakter ini menunjukkan supremasi yang impresif dengan mendominasi perolehan juara di berbagai cabang lomba.

Kompetisi yang diselenggarakan pada 27–28 April 2026 di SMKN 2 Gowa tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang diinisiasi oleh Pusat Prestasi Nasional sebagai wahana pengembangan talenta seni dan sastra pelajar. FLS3N menjadi medium strategis dalam mengasah sensibilitas estetika, kreativitas, serta daya cipta generasi muda melalui kompetisi yang terstruktur, transparan, dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Surat Keputusan Penetapan Juara FLS3N SMA/MA Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa pada 3 Mei 2026, kontingen MAN Insan Cendekia Gowa berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama dalam peta kompetisi seni dan sastra tingkat kabupaten.

Dalam ketentuan yang ditetapkan panitia, peserta yang meraih Juara I pada masing-masing cabang lomba berhak melangkah ke tingkat provinsi sebagai representasi resmi daerah, membuka ruang kompetisi yang lebih luas sekaligus menguji konsistensi kualitas di level yang lebih kompetitif.

Pada kategori Juara I, dominasi madrasah ini tampak nyata melalui capaian sejumlah siswa, yakni Najihah Salzahmi (Jurnalistik), Qisti Diva Shatira (Instrumen Solo Gitar), Tiara Maharani Divya (Cipta Puisi), Try Sucy Ramadhani (Kriya), serta tim film pendek yang terdiri atas Faiza Arikah Nadya Sutarto, Mufidah Ridhayanasari Suhirman, dan Ratu Balqis Iskandar. Seluruh peraih posisi puncak tersebut dipastikan akan menjadi delegasi Kabupaten Gowa untuk berkompetisi di tingkat provinsi.

Sementara itu, pada posisi Juara II, prestasi diraih oleh Faiqah Muthiah Wahidin (Nyanyi Solo Putri), Fauzan Abdillah Budiman (Nyanyi Solo Putra), Zaky Jumayyil (Desain Poster), Hudzwah Kamila Hamka (Monolog), Andi Nur Istiqamah (Baca Puisi), Nur Izza Defiantika (Menulis Cerpen), serta tim film pendek yang digawangi oleh Syifa Aulia Ramadhani, M. Dzaky Ibnu Yusra, dan Muh. Ammar Khairan.

Adapun Juara III diraih oleh Muh. Nashwan Mumtaz pada cabang Nyanyi Solo Putra serta Faikah Naura Addien pada lomba Menulis Cerpen, melengkapi deretan capaian yang mempertegas konsistensi kualitas peserta didik madrasah ini.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran strategis para guru pembimbing, yakni Andi Aan Fadriawan, Raviqa, Khalifah Annisa, dan Dini Aminarti, yang secara intensif melakukan pendampingan, kurasi karya, serta pembinaan berkelanjutan berbasis kompetensi.

Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Dr. Burhanuddin, dalam pernyataannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan manifestasi dari ikhtiar kolektif yang terjalin secara sinergis antara siswa, guru, dan seluruh elemen madrasah. Prestasi ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan akademik dan non-akademik, tetapi juga representasi dari ekosistem pendidikan yang produktif, adaptif, dan berorientasi mutu,”ujarnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah mengharumkan nama madrasah, serta terima kasih kepada para pembimbing atas dedikasi dan kurasi pembinaan yang berkesinambungan. Kami juga optimistis para juara pertama akan mampu menjaga performa terbaiknya di tingkat provinsi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, salah satu guru pendamping, Andi Aan Fadriawan, mengemukakan bahwa capaian ini lahir dari proses panjang yang sarat disiplin dan konsistensi.

“Prestasi ini adalah akumulasi dari latihan yang intens, eksplorasi ide yang mendalam, serta ketangguhan mental siswa dalam menghadapi dinamika kompetisi. Anak-anak telah menunjukkan etos kerja yang luar biasa, berlatih tanpa jeda, memperbaiki tanpa lelah, dan tampil dengan penuh keyakinan. Tahapan provinsi akan menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan kualitas tersebut,” tuturnya.

FLS3N sendiri dirancang sebagai ruang artikulasi bakat dan ekspresi seni pelajar yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui ajang ini, peserta didik didorong untuk menginternalisasi nilai-nilai estetika, memperluas horizon budaya, serta membangun identitas kreatif yang berdaya saing di tingkat nasional.(rls)