ENREKANG,UPEKS.co.id— Kabag Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Enrekang
Dr.Ir.Sulviah Dahaling.MM berhasil meraih gelar doktor.
Diusianya yang terbilang muda, perempuan kelahiran Kalosi, Enrekang 17 januari 1976 sukses meraih S3 meski
menurutnya membutuhkan kesabaran dan keuletan apalagi Sulvi adalah salah satu Pejabat di Enrekang yang
tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang ASN.
“Alhamdulillah Ya Allah tiada kata yang kucapkan hanya rasa syukur Alhamdulillah, setelah menjalani perkuliahan
pendidikan Doktor, akhirnya Rabu 27 maret 2019 merùpakan jawaban dari kerja keras, upaya dan doaku,” tulis Ponakan Bupati Enrekang ini di akun Facebooknya.
Sulviah Dahaling yang juga anak dari saudara kandung Bupati Enrekang ini, satu dari 1762 Wisudawan pada Prosesi Wisuda Unhas lulusan Program Doktor, Magister, Spesialis, Profesi dan Sarjana Periode III tahun Akademik 2018/2019 dan dari 1762 Sulvi berada diurutan ke 5.
Sulviah Dahaling saat ini tercatat sebagai satu – satunya Pejabat dan Tokoh Perempuan di Enrekang yang bergelar Doktor.
Tekadnya yang gigih untuk meraih gelar tersebut bukan hal yang mudah, ketika Sulvi mengisahkan perjuangannya hingga mampu menempuh pendidikan bergengsi tersebut kepada Upeks sambil menangis.
“Hati kecilku menagis dan air mata ini tidak bisa terbendung, mengingat semua apa yang sudah saya jalani selama kurang lebih 3 tahun, suami dan anak saya sering saya tinggalkan. Tidak mudah mendapatkan gelar Doktor semoga Allah meridhoi apa yang saya sudah lakukan dan harapan saya ilmu yang saya dapatkan selama ini dapat bermanfaat bagi keluarga, Agama, ummat, bangsa dan Negara khususnya buat daerah Enrekng tercinta,” kata Sulvi.
Sulviah menambahkan keberhasilannya berkat dukungan keluarga besarnya, Suami dan anak – anaknya, kedua orang tuanya, dukungan dari Bupati Enrekang selaku Pamannya dan doa dari Nenek tercintanya Hj. Marikuh.
Sulviah juga berterima kasih kepada Sekda Enrekang Drs. H. Chairul Latanro yang telah sabar menuntunya sebagai Mentor selama ini.
“Makanya, saat saya promosi Doktor saya sempat cerita di depan keluarga dan pak Bupati tentang perkuliahan saya yang didukung penuh oleh suami saya. Dosen saya dan Co Promotor mengatakan, biasanya keberhasilan seorang suami didukung istrinya,” ujarnya.
Namun, kata Sulviah, Ini terbalik keberhasilan seorang Sulviah ada dibaliknya suami yang setia mendukung dan menemaninya setiap saat. Kala itu ibu dosen saya bercerita haru ruangan tidak terbendung suami saya dan ayah ibunda dan keluarga terharu.
Sulviah merasa tidak mudah meraih gelar Doktornya apalagi dia adalah seorang Perempuan yang menurutnya punya keterbatasan. Sebagai seorang istri punya tanggungjawabengurusi suami dan sebagai seorang ibu dari dua anak, Sulvi juga sdorang ASN yang harus melayani masyarakat. Baginya pekerjaannya sebagai ASN tidak boleh terabaikan apalagi dirinya ssbagai Kabag yang sudah punya setumpuk program kerja yang harus diselesaikan.(Sry).




