Pemkab Pangkep Akan Menata PKL dengan Pendekatan Humanis

Pemkab Pangkep Akan Menata PKL dengan Pendekatan Humanis

PANGKEP, UPEKS.co.id — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Industri akan melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik strategis.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Staf Ahli Pemkab Pangkep, Hj. Najemiah, dan dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD), unsur keamanan, kecamatan dan kelurahan, serta pemerhati PKL. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bupati Pangkep, Rabu (24/12).

Bacaan Lainnya

Penataan PKL ini bertujuan menciptakan ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik, tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam rakor tersebut dibahas langkah-langkah strategis agar aktivitas perdagangan tetap berjalan seiring dengan terjaganya ketertiban umum dan fungsi fasilitas publik. Pemerintah daerah menegaskan penataan akan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan dialog antara pemerintah dan para pedagang.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Industri Pangkep, Asykur Abu Bakar, menyampaikan bahwa penataan PKL akan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Taman Musafir, Jalan HM Arsyad, Jalan Cendana, area Stadion Andi Mappe, kawasan Bambu Runcing, serta perempatan STKIP.

“Penataan ini dilakukan karena kondisi lapangan saat ini belum tertata dengan baik. Sebelum penataan ulang, tentu harus ada relokasi. Pemerintah wajib menyiapkan lahan agar aktivitas mencari nafkah masyarakat tidak terhenti,” ujarnya.

Salah satu bentuk penataan yang disepakati adalah pengaturan waktu berjualan. Para PKL baru diperbolehkan membawa gerobak mulai pukul 16.00 WITA.
“Dengan begitu, sejak pagi kawasan tersebut tetap terlihat tertib, aman, dan indah,” jelas Asykur.

Ia juga menilai kawasan Bambu Runcing dan bantaran sungai memiliki potensi sebagai destinasi kuliner khas Pangkep, khususnya sarabba dan aneka gorengan.

“Kuliner sarabba di Bambu Runcing dan pinggir sungai adalah daya tarik. Kita ingin promosikan, tapi kalau tidak tertata, masyarakat luar Pangkep bisa enggan datang untuk berkuliner,” tambahnya. (sah)