
MAKASSAR,UPEKS.co.id—Dalam rangka terbangunnya kesepahaman dan penyelarasan arah kebijakan IMMIM ke depan, Pengurus DPP IMIM masa amanah 2019-2024 yang dilantik beberapa pekan lalu, gelar pra rapat kerja
di aula DPP IMMIM lantai 3, Sabtu (16/3).
Kegiatan yang dibuka Ketua Umum DPP IMMIM, Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang,MA dihadiri, Ketua Umum YASDIC IMMIM, Ir. H. Ridwan Abdullah, MSc. Jajaran Pengurus Harian, Ir Hj Nur Fadjri FL,M.Pd, DR. HM. Arfah
Shiddiq, MA., Dr. Kamaluddin Abu Nawas, MS., Dr. Mukhlis, MA., Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd., Sulastia Said, SH., Drs. Misbahuddin, M.Pd.
Hadir pula, Dr Hj Amrah Kasim,MA (Majelis Pendidikan,Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DPP IMMIM serta jajaran Pengurus DPK IMMIM se-Kota Makassar.
Pra Raker ini bertujuan memberikan pemahaman serta mendapatkan berbagai masukan dalam rangka menentukan arah langkah dan kebijakan dalam pengambilan keputusan yang akan dibahas rinci dalam rapat kerja yang rencana berlangsung setelah pemilu 2019.
”Harapan lain, akan terwujud sinergitas terhadap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan DPP IMMIM dan DPK serta Pengurus Masjid binaan IMMIM, ” tandas Ahmad M. Sewang yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu.
Sementara itu, Ketua Umum YASDIC IMMIM, Ir. H. Ridwan Abdullah, MSc. menyatakan, dalam pertemuan pra raker, dua hal yang urgen didiskusikan. Diantaranya, membangun persamaan persepsi tentang pemahaman dan pengamalam metode ‘6 S’ dalam organisasi ke IMMIM-an dan struktur organisasi IMMIM.
IMMIM yang memiliki tekad perjuangan dakwah IMMIM dengan menggelorakan semangat persatuan ummat dan tolerasi dalam membangun peradaban dan keadaban bangsa berbasis masjid, sehingga dipaparkan metode ‘6S’ dalam organisasi IMMIM.
Diantaranya, sistem (nilai), struktur (organisasi), sumber daya (3 perangkat), strategi (peta Islam), service (pusat layanan dakwah) dan safety (radikalisme dan intoleransi).
Ridwan menambahkan, sebagai pengurus DPP maupun DPK IMMIM, harus memahami visi dan misi organisasi yang memiliki motto, bersatu dalam aqidah, toleransi dalam furu’ dan khilafiyah.
Selain itu dituntut untuk benar-benar memahami dan praktekkan model kepribadian insan kader IMMIM (personality) yang memadukan nilai spiritual,nilai nasional dan nilai profesional.
Tak kalah pentingnya, lanjut Ridwan, pentingnya memahami kode etik mubalig serta memahami serta mematuhi dengan baik, kode etik pengurus dan anggota IMMIM.
Dikemukakannya, IMMIM memiliki visi terwujudnya kemakmuran masjid dan mushalla dalam rangka pembinaan umat dengan rasa bahagia, lahir dan batin, spiritual dan material menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah swt.
Melalui Pra Raker ini diharapkan dapat dirumuskan desain program yang akan dilaksanakan dalam
kepengurusan 2019-2024. Itulah sebabnya, dipaparkan rancangan program strategis dan menyerap aspirasi yang sifatnya program taktis yang kelak terwujud dalam berbagai jenis kegiatan, tandas Ridwan Abdullah. (arf).




