Makassar, Upeks.co.id — Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif, SD Bulu Bulea, Kabupaten Gowa, menyelenggarakan program kemitraan masyarakat berupa pelatihan pembuatan sabun cair.
Program ini digelar dengan melibatkan sejumlah ahli dari Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Ir. Ichsan Ali, M.T., Dr. Suarlin, M.Si., dan Dr. Fajar Arwadi, M.Sc. beserta para tim.
Prof. Dr. Ir. Ichsan Ali, M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan tambahan kepada masyarakat, khususnya para guru, orang tua, dan siswa di SD Bulu Bulea.
“Program ini adalah bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi dan dapat diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Ichsan.
Menurut Dr. Suarlin, M.Si., pembuatan sabun cair merupakan salah satu keterampilan yang memiliki potensi pasar cukup besar dan mudah dipraktikkan.
“Kami berharap masyarakat, terutama para guru, dapat memahami dasar-dasar kimia sederhana dalam pembuatan sabun cair ini, sehingga ilmu ini tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha di kemudian hari,” jelas Dr. Suarlin.
Dr. Fajar Arwadi, M.Sc., menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa penggunaan sabun cair buatan sendiri bisa menjadi alternatif yang lebih terjangkau sekaligus berkualitas,” kata Dr. Fajar.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama satu hari penuh dan melibatkan seluruh elemen sekolah serta warga setempat. Selain mendapatkan materi secara teori, para peserta juga dilibatkan langsung dalam proses pembuatan sabun cair, mulai dari pencampuran bahan hingga proses pengemasan.
Diharapkan melalui pelatihan ini, masyarakat memiliki keterampilan mandiri yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menginspirasi ide-ide usaha baru yang berpotensi berkembang di lingkungan lokal.(rls)

