BUMN Kolaborasi Dorong Perkembangan UMKM

BUMN Kolaborasi Dorong Perkembangan UMKM

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan komitmen dalam mendorong pertumbuhan dari sektor UMKM.

Salah satu upayanya dengan peluncuran program “Bazar UMKM untuk Indonesia”. Kegiatan yang mengusung tema BerKRIYAsi ini digelar di dua kota besar, yakni Makassar dan Jakarta.

Bacaan Lainnya

Menurut Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, pada 2020, pihaknya bekerja sama dengan Menteri Koperasi dan Kepala LKPP meluncurkan platform Padi UMKM untuk memfasilitasi pengadaan barang oleh UMKM.

Dijelaskan, platform tersebut memiliki fitur yang ramah pengguna dan dikembangkan oleh para ahli di bidang marketplace.

“Kami harap UMKM binaan Pemda Sulawesi Selatan bisa terdaftar di Padi UMKM dan memanfaatkan fasilitas ini. Kami siap membantu secara kolektif dan mengadakan business matching dengan pembeli dari BUMN,” terang Loto Srinaita dalam pembukaan bazar UMKM, di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (26/10/2024).

Lebih lanjut, Loto Srinaita menyampaikan bahwa hingga September 2024, belanja produk dalam negeri BUMN mencapai Rp726,4 triliun atau 82,4% dari target Rp880,9 triliun. “Ini menjadi potensi besar bagi UMKM di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat karena bertujuan memperluas akses pasar dan memberi peluang bagi pelaku UMKM.

“Kita tahu, pelaku UMKM sangat bersemangat dalam menghasilkan produk, namun sering kali terkendala pada dua hal utama: pemasaran dan akses ke lembaga pembiayaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meski ada kredit usaha rakyat yang dapat membantu, para pelaku UMKM sering kali tidak memiliki waktu atau akses untuk mengurus hal tersebut. Menurutnya, membuka akses pasar adalah langkah yang sangat penting.

“Apa yang dilakukan Pegadaian dengan mendukung perluasan akses pasar bagi UMKM patut diapresiasi. Selain itu, melalui acara ini, kita juga melestarikan kerajinan tangan asli Indonesia, seperti kain tenun dan lainnya,” terang Jufri Rahman.

Ia juga menekankan bahwa tanpa momen seperti ini, kerajinan tradisional bisa perlahan menghilang.

“Sebagian besar pelaku kerajinan ini sudah berusia lanjut. Jika generasi milenial tidak diberi dorongan untuk masuk ke bidang ini, kemungkinan besar dalam 20 tahun ke depan, kita tidak akan lagi melihat hasil kerajinan tangan khas kita,” jelasnya.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Makassar, Edwin S. Inkiriwang, dalam laporannya menyampaikan bahwa konsep bazar ini sejalan dengan program Kementerian BUMN untuk mendorong UMKM naik kelas serta memperluas pemasaran produk UMKM.

“UMKM Bazar ‘BerKRIYAsi’ menampilkan produk-produk unggulan UMKM binaan BUMN penyelenggara, mulai dari home decoration, fashion, kerajinan, souvenir, hingga berbagai produk inovatif dan kreatif lainnya,” kata Edwin.

Adapun kegiatan ini diadakan di dua kota berbeda, yaitu di Jakarta pada 17-20 Oktober dengan 101 peserta UMKM, dan di Trans Studio Mall Makassar pada 24-27 Oktober dengan 86 peserta UMKM. (eky)